www.tirastimes.com
Rabu, 18 Juli 2018
 
Bincang Sastra Fakhrunnas dengan Sastrawan Papua
Nilai Lokalitas Papua Berpotensi Menghasilkan Karya Sastra Besar
Senin, 07-05-2018 - 08:27:07 WIB
Vony, Fakhrunnas dan suasana bincang sastra
TERKAIT:
 
  • Nilai Lokalitas Papua Berpotensi Menghasilkan Karya Sastra Besar
  •  

    JAYAPURA-TIRASTIMES: Nilai lokalitas Papua baik secara kultural maupun sosial memiliki kekhasan yang berpotensi diangkat dalam karya sastra. Bahkan dapat menghasilkan karya sastra besar dari Papua. Hal ini semestinya menjadi tanggungjawab para sastrawan dan penulis Papua sendiri dalam membesarkan nama Papua yang sejak dulu agak tertinggal dalam sastra.

    Pernyataan itu dikemukakan sastrawan Riau, Fakhrunnas MA Jabbar dalam Bincang Sastra bersama puluhan sastrawan dan pegiat sastra di Cafe Lin's Kopi Tiam, Jayapura, Papua, Minggu (6/5). Fakhrunnas didampingi isteri, Hj. Tutin Apriyani yang sebelumnya mengunjungi Sorong dan Raja Ampat untuk perjalanan wisata.

    Acara yang dimoderatori oleh sastrawan Papua, Vony Aronggear berlangsung hangat dan penuh keakraban. Acara juga diisi dengan penampilan musikalisasi puisi oleh Sirga Rumagesa, Kintan Adelvyana,  Alek Giyai, Vony Aronggear dan Grup Rapper Papua 'Napistar', yang gunakan lirik dari puisi Vony dan Igir,  grup rapper yang pernah meraih 1 miliar viewer. Tampak hadir, diantaranya Igir Alkatiri, Alek Giyai, Philemon Keiya,  Thedy Pekei,  Siti Nur Intan, Richard Rumi dan masih banyak lagi.

    Fakhrunnas selanjutnya mengungkapkan, Papua sejak lama selalu menjadi pusat perhatian dunia secara politik dan sosial budaya termasuk kekayaan sumberdaya alam yang terus  dieksploitasi dan keindahan alam yang sangat indah. Masih banyak aspek kehidupan orang Papua yang belum banyak dieksploitasi dalam karya sastra baik puisi maupun prosa. Sekitar tahun 1970-an, seorang antropolog Inggris, Wyn Seargent pernah melakukan penelitian tentang aspek kehidupan seksual suku Dani menggunakan metode partisipatif dimana Wyn sempat menikah dengan kepala suku Dani, Obahorok yang sempat menghebohkan dunia. Selain itu, isu kemanusiaan yang muncul, keindahan burung cenderawasih, isu tambang Freeport.

    ''Nilai lokalitas Papua ini bisa berkaitan dengan aspek kultural yang ada dalam kehidupan sosual budaya ratusan suku. Begitu pula lokalitas Papua muncul dalam kehidupan modern berkaitan dengan konflik sosial, isu kemanusiaan, eksploitasi alam dan sebagainya. Saya berharap akan muncul sastrawan atau penulis besar dari Papua di masa kini dan masa mendatang,'' ujar sastrawan Riau yang kini sedang memyelesaikan program doktor komunikasi ini.

    Di era milenial, kata Fakhrunnas, kesempatan untuk mempopulerkan diri di jagat publik tak begitu sulit dengan memanfaatkan saluran media sosial seperti Youtube, FB, Instagram dan sebagainya.

    ''Kawan-kawan sastrawan Papua dapat memepublikasikan karya-karya secara terbuka lewat medsos atau blog untuk memperkenalkan terus sastra Papua. Bahkan karya tersebut menjadi viral dengan follower jutaan bisa meraih nilai ekonomi yang besar,'" kata sastrawan  ini.

    Pada kesempatan yang sama, sastrawan Igir Alkatiri yang sudah menerbitkan 23 buku menceritakan pengalamannya dalam mengangkat isu Papua secara politis. Igir sempat mengeritik realisasi Otsus Papua yang jauh dari harapan dalam salah satu novelnya.

    ''Waktu itu, ada pihak tertentu yang ingin membayar dirinya Rp. 20 juta  dengan maksud agar saya menghilangkan satu bab yang berkaitan dengan kritik tentang Otsus Papua itu. Tentu saya menolaknya. Akibatnya saya mendapat teror yang macam-macam dengan segala cara. Tapi saya tak peduli,'' ujar Igir.

    Vony Aronggear juga menceritakan karya-karya puisinya menyuarakan nasib dan kritik tentang realitas sosial-budaya dan politik. Vony yang juga guru SMAN 2  Jayapura ini hingga kini terus melakukan pembinaan sastra bagi siswa dan generasi muda Papua.

    Fakhrunnas masih punya agenda di Jayapura yakni Senin pagi wawancara dengan Radio Rock FM Jayapura dan Selasa pagi ceramah sastra dan literasi di dua sekolah masing-masing SMAN 2 dan SMA Gabungan. (nn)



     
    Berita Lainnya :
  • Nilai Lokalitas Papua Berpotensi Menghasilkan Karya Sastra Besar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Dikukuhkan Tak Lama Lagi
    Pengurus ‘Satupena’ Diumumkan, Banyak Tokoh Ternama
    2 506 Pegawai Pensiun, Pemprov Riau akan Terima 375 CPNS
    3 Bulan Puasa Semua Aktivitas ASN Berjalan Lancar
    4 Sepuluh Sastrawan ‘Napak Tilas’ Melayu Champa Sepekan di Vietnam
    5 Menguak Motif di Balik Tewasnya Pegawai BNN di Bogor
    6 PT RAPP Gelar Buka Bersama Para Stakeholder.
    PT RAPP Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
    7 Kampar Siap Dukung Bupati Siak Membangun Riau Lebih Maju
    8 Polantas Berikan E-Tilang
    Puluhan Kendaraan Terjaring Razia
    9 Sosok Rektor UIR periode 2017-2021
    Prof. Syafrinaldi, Pribadi Bersahaja yang Mengukir Banyak Prestasi
    10 Mengapa Muslim Rohingya Dibantai Militer Myanmar? Ini Akar Persoalannya.
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved