www.tirastimes.com
Kamis, 20 Juni 2019
 
Psikolog Sebut Sikap Cuek Perlu Untuk Lawan Perundungan
Rabu, 10-04-2019 - 14:48:54 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Psikolog Sebut Sikap Cuek Perlu Untuk Lawan Perundungan
  •  



    JAKARTA, TIRASTIMES.COM-Anak-anak muda bisa melawan perundungan dengan bersikap cuek ketika menerima perundungan dari teman. Demikian diungkapkan oleh psikolog klinis anak Violetta Hasan Noor.

    "Kalau kita merasa tersakiti, depresi, maka pelaku perundungan akan merasa makin berkuasa dan makin besar perbuatannya. Tapi kalau kita cuek saja, mereka akan merasa kalah karena tidak ada respons dari kita," katanya pada Rabu (10/4).

    Masalah perundungan pada anak kembali menjadi sorotan nasional setelah kasus yang menimpa seorang siswi Sekolah Menengah Pertama di Pontianak, Kalimantan Barat. Peristiwa yang menimpa Audrey, korban penganiayaan belasan murid SMA, menyebar luas di dunia maya dan membuat tagar #justiceforAudrey menjadi topik bahasan utama dalam dua hari terakhir.

    Menurut Violetta, kecenderungan anak muda gampang marah dan emosi serta bersikap agresif tidak lepas dari lemahnya peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini. Orang tua zaman sekarang umumnya terlalu sibuk dengan dunia kerja. Akibatnya orang tua kurang meluangkan waktu untuk memperhatikan anak serta mengajarkan nilai-nilai empati, gotong royong, dan toleransi.

    Violetta menilai dalam kasus perundungan murid sekolah di Pontianak, pelaku perundungan juga bisa dikategorikan sebagai korban. Pelaku dapat bertindak demikian karena orang tua lalai dalam mendidik dan mengawasi mereka.

    Violetta menekankan dalam hati kecil pelaku perundungan sebenarnya membutuhkan perhatian dan sentuhan kasih sayang. Mungkin mereka tidak mendapatkannya dari orangtua dan orang-orang sekitarnya.

    Menurut dia, pelaku perundungan melakukan aksinya karena ingin merasa punya kuasa ketika melihat orang lain lemah di hadapannya. Pelaku melakukan itu untuk mengisi kehampaan dan mengatasi ketidakpuasan yang muncul karena kekurangan kasih sayang. "Yang dicari dari perilaku perundungan adalah power (sifat berkuasa), ketika dapat maka akan lakukan itu terus karena orang lain lemah," ujarnya dilansir dari Antara, Rabu (10/4).

    Violetta menilai banyaknya kasus perundungan di sekolah bukan berarti sumber permasalahan itu berasal dari institusi pendidikan. Pangkal masalah sesungguhnya ada di rumah dan lingkungan tempat anak tinggal dan sekolah menjadi media penyaluran agresi anak.

    "Kasus perundungan banyak di sekolah. Tapi awal mula bukan di sekolah intinya. Sekolah hanya jadi media penyaluran karena itu tempat anak bersosialisasi lebih luas," tutupnya. (Nas)



     
    Berita Lainnya :
  • Psikolog Sebut Sikap Cuek Perlu Untuk Lawan Perundungan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Meriahnya Kampung Toga dari Mempura
    2 Ikatan Mahasiswa Siak di Jogja Komit Promosikan Budaya Daerah
    3 Pompong Tenggelam di Rohul, 1 Penumpang Tewas
    4 Gubri jadi Tamu Istimewa di MTQ Ke XVII Kecamatan Tualang
    5 292 CJH Pekanbaru Belum Lunasi BPIH Tahap Pertama
    6 Sudah 147 Usaha di Pekanbaru Urus Izin Restoran dan Rumah Makan Non Muslim
    7 Sekda Siak Sebut Bapekam Mesti Paham Tupoksi
    8 Jelang Pemilu Serentak 2019, ASN Harus Netral
    9 Tujuh Kali Raih Predikat WTP, Siak jadi Contoh Bagi SPI-PTN
    10 Wawako Nyoblos Bersama Keluarga
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved