www.tirastimes.com
Jum'at, 04 Desember 2020
 
Tulisan telah dibaca sebanyak: kali
Fakhrunnas MA Jabbar
Puisi : Tanah Airku Melayu, Karya Fakhrunnas MA Jabbar
Jumat, 20-11-2020 - 09:46:45 WIB
Fakhrunnas MA Jabbar 

TERKAIT:
 
  • Puisi : Tanah Airku Melayu, Karya Fakhrunnas MA Jabbar
  •  

    PEKANBARU - TIRASTIMES 

    Biodata : Fakhrunnas MA Jabbar
    SPN. Ir Fakhrunnas MA Jabbar. M.I.Kom lahir 18 Januari 1959. Menulis pada lebih seratus media sejak tahun 1975 sampai dengan sekarang berupa cerita anak, esai, kritik, cerpen dan puisi. Buku-buku yang sudah terbit sebanyak 15 buah : 4 Kumpulan puisi tunggal ( Airmata Barjanji, 2005 dan Tanah Airku Melayu, 2007. Airmata Musim Gugur, 2016 dan Airmata Batu, 2017) 4 Kumpulan Cerpen (Jazirah Layeela, 2004 Sebatang Ceri di Serambi, 2006 dan Ongkak, 2010) Lembayung Pagi, 30 Tahun Kemudian, 2017, 3 Biografi (zaini kunin, Sebutir Mutiara dari Lubuk Bendahara, 1993 dan Soeman Hs, Bukan Pencuri Anak Perawan, 1998 dan RZ, Apa Adanya bersama Yusril Ardanis, 2010) serta 5 buku cerita Anak, Menghadiri iven sastra  di 15 negara antara lain : Korsel, Perancis, Belanda, Swiss, Azerbaijan, negara-negara Asia, dan sering memenangkan lomba sayembara karya sastra. 


    TANAH AIRKU MELAYU


    di sini
    kuberdiri
    di tanah airku
    di ranah melayuku


    kucoba kembara
    menjejak harap di kota-kota dunia
    mencecap maung laut dan samudera
    menghirup bau kawah di busut yang mengulur lidah ke arasy
    bagai burung kelelahan ditikam surya
    bagai angin tak temukan arah
    bagai panah tak ke mana-mana
    melayu jua bertahta di jiwa


    walau kueja jua langkah sang sapurba
    menapaki bukit seguntang sejak lama
    menebar sukma di ria-lingga
    menitip pesan pada sang nila utama
    membentang sayap dari tumasik hingga melaka
    menabur wangi bunga di campa dan afrika
    atau mengukir jalur sutra di china
    melayu jua bersisa di jiwa


    kutahu pula lima saudagar bugis
    terdampar di lingga
    merangkai biduk di penyengat
    mengukir sejarah tak sudah
    raja haji menghunus pedang
    raja ali haji membentang kalam
    di kitab bahasa
    melayu jua merona di jiwa


    kutatap melaka berkisah
    adat resam ditegakkan
    kalimah syahadah dilaungkan
    bak tali berpilin tiga
    ada islam jadi tiangnya
    ada adat jadi pagarnya
    ada bahasa jadi pengikatnya
    melayu jua bersarang di jiwa

    disini kuberdiri ditanah airku
    tanah melayu 


    sejauh-jauh mata memandang
    di ranah melayu ditukikkan
    sejauh-jauh kaki melangkah
    di ranah riau dihentakkan
    sejauh-jauh hati ‘kan terbang
    di ranah melayu dihinggapkan

    disini kuberdiri ditanah airku
    tanah air melayu 

    2008




     
    Berita Lainnya :
  • Puisi : Tanah Airku Melayu, Karya Fakhrunnas MA Jabbar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pengasuh : Bambang Karyawan, YS, M.Pd
    EDISI 1 : PUCUK KATA (Lembaran Sastra Remaja)
    2 JADAYAT Yusmar Yusuf
    Misanthropos
    3 UMP Riau 2021 tidak Naik, Gubri Syamsuar: Sudah Saya Tanda Tangan
    4 Kearifan Lokal Daerah Kampar Kiri, Gunung Sahilan
    Buku Puisi Kotau Karya Kunni Masrohanti Berisi Nilai Adat dan Kearifan Lokal Melayu Kampar Kiri
    5 Hots News!!!! Gubernur dan Danrem
    Gubernur Riau dan Danrem 031 Wirabima Membaca puisi, Perhatiannya yg besar pada dunia seni budaya.
    6 Munsi III,sastra
    Munsi III Resmi Ditutup Lahirkan Delapan Rekomendasi Sastra
    7 Mulai 1 November, Lakukan Ini Jika BPJS-Mu Tak Mau Dibekukan!
    8 Sederet Fakta Terbaru Mega Merger Bank Syariah BUMN
    9 Jenderal Polisi Terlibat LGBT, Kompolnas Akan Klarifikasi Irwasum Polri
    10 FPK Riau Keluarkan Penyataan Sikap Soal Dinamika UU Ombibus Law
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved