www.tirastimes.com
Selasa, 16 Juli 2019
 
Pesta Puisi Rakyat 2018 Berlangsung Meriah
Karya Tiga Penyair Riau Masuk dalam 20 Buku Puisi Terbaik Indonesia
Selasa, 20-11-2018 - 20:24:40 WIB
Gubernur DKI jakarta saat membuka Pesta Puisi Rakyat, poster dan Maman. Sutardji.
TERKAIT:
 
  • Karya Tiga Penyair Riau Masuk dalam 20 Buku Puisi Terbaik Indonesia
  •  

    JAKARTA-TIRASTIMES: Puncak kegiatan Pesta Puisi Rakyat 2018 yang digelar selama tiga hari di TIM Jakarta ditandai dengan pengumuman Sayembara Buku Puisi Indonesia. Dari ratusan buku puisi yang masuk ke pihak panitia Yayasan Hari Puisi Indonesia (YHPI) tim juri terdiri atas Maman S. Mahayana, Sutardji Calzoum Bachri dan Prof. Abdul Hadi WM menetapkan 20 Buku Puisi Terbaik.

    ''Buku-buku puisi terbaik ini selanjutnya  diseleksi lagi oleh tim juri untuk menetapkan satu Pemenang Utama dan 5  Besar Pemenang yang akan diumumkan pada perayaan Puncak Hari Puisi Indonesia (HPI)  di TIM, 28 Desember mendatang,'' ucap Ketua Dewan Juri, Maman S. Mahayana saat mengumumkan para pemenang di TIM beberapa hari lalu.

    Dari 20 Buku Terbaik tersebut ternyata tiga di antaranya merupakan karya penyair Riau. Ketiga buku puisi terpilih tersebut adalah Bunatin karya Dheni Kurnia, Airmata Batu karya Fakhrunnas MA Jabbar dan Preman Simpang karya Norham Wahab.

    Dheni Kurnia kepada Tirastimes.com, Selasa (20/11) menyatakan kegembiraanya atas keberhasilan tiga penyair Riau ini. Diharapkannya di rahun-tahun mendatang, para penyair angkatan muda dapat terinspirasi untuk mempertahankan tradisi kepenyairan yang sudah cukup prestatif selama ini.

    Sementara Fakhrunnas MA Jabbar mrngungkapkan hal senada dan mengsjRk para sastrawan Riau lau yang sejak dulu dikenal lintas generasi untuk mengibarkan bendera Riau yang dikenal memiliki tradisi sastra yang tingkat nasional bahkan dunia.

    Norham Wahab yang kini menetap di Jawa juga tak menduga bukunya terpilih dalam sayembara tahun ini. ''Terus terang ini menyemangati saya untuk terus berkarya setelah cukup lama tidak muncul dalam aktivitas kepenyairan,'' kata Norham.

    Ketua YHPI, Maman S. Mahayana menjelaskan  pada malam Anugerah Hari Puisi Indonesia 2018 nanti, akan diisi dengan pidato kebudayaan oleh Irawan Sandhya Wiraatmaja (Ketua Arsip Nasional Republik Indonesia),  Pengumuman pemenang Sayembara Buku Puisi Anugerah HPI 2018 sekaligus penyerahan hadiahnya, Pengumuman Pemenang Poster Perayaan HPI 2018 sekaligus penyerahan hadiahnya, Peluncuran Apa dan Siapa Penyair Indonesia (Edisi Revisi), Penayangan video perjalanan perjalanan HPI selama enam tahun, dan video ucapan selamat Hari Puisi Indonesia 2018 dari sejumlah perayaan HPI 2018 di berbagai daerah Indonesia.

    Pada rangkaian Pesta Puisi Rakyat rahun ini digelar Seminar Sastra Internasional 2018 yang bekerja sama dengan Universitas Pakuan dan SISI. Seminar Sastra di Universitas Pakuan Bogor  digelar pada tanggal 14-15 November 2018. dengan tema The Synergy between Literature and Communication  Science as a Means of Cultural Diplomacy in Building a New Civilization in the Millennial Era.

    Seminar ini  menghadirkan pembicara dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Iran, Itali, Veitnam, Portugal, dan negara lainnya.

    Inilah 20 Buku Puisi Terbaik sebagai nomine berdasarkan hasil rapat akhir Dewan Juri yang dilaksanakan di Jakarta pada hari Selasa, 30 Oktober 2018 yang disusun secara alfabetis:

    1. Abdul Wachid B.S. Kumpulan Sajak Nun. Yogyakarta: Cinta Buku, 2018.
    2. Damiri Mahmud. Halakah Panggang. Medan: Obelia Publisher, 2018.
    3. Dedi Tarhedi, Ning: Bandung: Situseni, 2018
    4. Dheni Kurnia. Bunatin. Jakarta: Mata Aksara, 2018.
    5. Fakhrunnas MA Jabbar. Air Mata Batu. Yogyakarta: Basa Basi, 2017.
    6. Hamdi Salad. Zikir Batuapi. Yogyakarta: Ruas Media, 2018.
    7. Iman Budhi Santosa. Belajar Membaca Peta Buta. Yogyakarta: Interlude, 2018.
    8. Iyut Fitra. Mencari Jalan Mendaki. Padang: Kabarita, 2018.
    9. Ketut Syahruwardi Abbas. Antara Kita. Bali: Arti, 2018
    10. Kurnia Effendi. Percakapan Interior. Jakarta: Kosa Kota Kita, 2018.
    11. Mukhlis I. Bashori. Suluk Dolanan. Malang: Kuncup, 2018.
    12. Norham Abdul Wahab. Preman Simpang. Jakarta: Taresi Publisher, 2018.
    13. Rendy Jean Satria. Pada Debar Akhir Pekan. Yogyakarta: Basa Basi, 2018.
    14. Rini Intama. Hikayat Tanah Jawara. Jakarta: Kosa Kata Kita, 2018.
    15. Soni Farid Maulana. Endapan Kabut. Jakarta: Kosa Kata Kita, 2018.
    16. Sosiawan Leak. Sajak Hoax. Yogyakarta: Elmatera, 2018.
    17. Tjahjono Widarmanto. Perbincangan terakhir dengan Tuan Guru.Yogyakarta: Basabasi, 2018 
    18. Tjahjono Widijanto. Penakwil Sunyi di Jalan-Jalan Api. Lamongan: Pagan Press, 2018.
    19. Warih Wisatsana. Kota Kita. Denpasar: Yayasan Sahaja Sehati, 2018.
    20. Yana Risdiana. Larik-Larik dari Jurus Dasar Silat Cimande. Bandung: Inboeku MediaIlmu, 2018.
    (ns)




     
    Berita Lainnya :
  • Karya Tiga Penyair Riau Masuk dalam 20 Buku Puisi Terbaik Indonesia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Ikatan Mahasiswa Siak di Jogja Komit Promosikan Budaya Daerah
    2 Meriahnya Kampung Toga dari Mempura
    3 GenRe Educamp 2019 Upaya BKKBN Hadapi Permasalahan Remaja
    4 Pompong Tenggelam di Rohul, 1 Penumpang Tewas
    5 Gubri jadi Tamu Istimewa di MTQ Ke XVII Kecamatan Tualang
    6 292 CJH Pekanbaru Belum Lunasi BPIH Tahap Pertama
    7 Sudah 147 Usaha di Pekanbaru Urus Izin Restoran dan Rumah Makan Non Muslim
    8 Sekda Siak Sebut Bapekam Mesti Paham Tupoksi
    9 Silat Serunting 12 Pukau Pengunjung Pawai FPN
    10 Jelang Pemilu Serentak 2019, ASN Harus Netral
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved