www.tirastimes.com
Jum'at, 04 Desember 2020
 
Tulisan telah dibaca sebanyak: kali
Kearifan Lokal Daerah Kampar Kiri, Gunung Sahilan
Buku Puisi Kotau Karya Kunni Masrohanti Berisi Nilai Adat dan Kearifan Lokal Melayu Kampar Kiri
Kamis, 15-10-2020 - 00:46:25 WIB
Foto : Peluncuran Buku Puisi Kotau
TERKAIT:
 
  • Buku Puisi Kotau Karya Kunni Masrohanti Berisi Nilai Adat dan Kearifan Lokal Melayu Kampar Kiri
  •  

    PEKANBARU-TIRASTIMES: Buku puisi 'Kotau' karya penyair Riau Kunni Masrohanti yang diluncurkan di Pekanbaru, Rabu (14/10) berisi puisi-puisi bertemakan nilai adat tradisi dan kearifan lokal Melayu Kampar Kiri. Buku puisi dibedah oleh empat tokoh  yakni Datuk Seri Rida K. Liamsi, Dr. Junaidi, M.Hum, Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, M.I.Kom dan tokoh masyarakat setempat Repol, S.Ag.

    Rida K. Liamsi yang berbicara secara daring dari Kota Tanjungpinang, Kepri mengatakan konsistensi Kunni dalam menulis puisi yang mengangkat nilai-nilai tradisi Melayu Riau menjadikan Kunni memiliki kekhasan tersendiri yang patut diperhitungkan.

    ''Kunni telah menemulan palung puisi itu,'' ucap Rida.

    "Karya-Karya Kunni Masrohanti, menyuarakan Warna yang tersembunyi, Etos Keriauan yang perspektif, hingga anak2 kota yang berada diperantauan bisa "balik kehulu" terdapat benang hijau yang bukan menjelajahi tetapi menyelami. Semua Karya di dalam Kutau adalah dibawah kedaulatan raja gunung sahilan, hingga menjadi proses penemuan-penemuan ilham yang puitis. ditambahkan oleh Datuk Seri Al Azhar Ketua Umum Lembaga Adat Melayu Riau.

    "balik kehulu" dengan intensitas karya-karya yang memperlihatkan kekuatan kekuatan kreatif bisa melahirkan para sastrawan dan penulis-penulis muda nantinya, "Tahniah Kunni, tahniah Kampar kiri""ungkapnya.

    diakhir kata sambutannya Datuk Seri Al Azhar mengatakan "hidup terlihat penuh dengan hidup dikehidupan itu sendiri".

    Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya acaraini terutama kepada Komunitas Seni Rumah Sunting yang selama  ini menjadi bagian dari terlaksananya acara peluncuran melihat dan mengikuti langsung progres pembuatan buku Kotau. ungkap Panitia Pelaksana Yanda Rahmanto.

    79 Puisi didalam Buku Kutau semuanya tentang kearifan lokal daerah Kampar Kiri, Gunung sailan yang mana adalah turun mandi, Semah Antau, batimang, Badiku, pakasam dan masih banyak lainnya bagiku inilah indonesia, aku mencintainya dengan hati, maka aku memeluknya dengan puisi. Kalimat Kunni saat memberikan kata sambutan.

    Budaya dan tradisi yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Kunni dari Kecil smpi sekarang hingga kearifan hidup kepada alam. ungkapnya.

    Elu-eluan Raja Sailan H.T. Muh Nizar pada kata sambutannya,  Diriau mempunyai 5 Kerajaan yaitu 1. Kerajaan Indragiri 2. Kerajaan Siak Sri Indrapura 3. Kerajaan Pelalawan 4. Kerajaan Riau Lingga 5. Kerajaan Gunung Sailan di Kampar Kiri, dan saya sangat berterima kasih telah mengangkat ke permukaan tentang keberadaan Kerajaan di Kampar Kiri yaitu Kerajaan Gunung Sailan melalui karya Puisi. sejarah mencatat Kerajaan Gunung sahilan berdiri pada tahun 1700 M dan berakhir pada 1945 pada kemerdekaan Indonesia. dan sampai sekarang Banyak situs-situs sejarah yang menarik masih tetap terawat dan terjaga diantaranya Danau Kunci, gunung ibul, makam raja darah putih dan situs lainnya ungkapnya.

    Dalam acara ini Hadir Pula Perwakilan dari Tiras Times dan Riau Bersastra Ian Machyar dan Hendrik Subagio,  serta Denny Kurnia yang membacakan puisi Kutau hasil karya Kunni, diselingi juga  penampilan alat musik perkusi terbuat bahan kayu dari Kampar Kiri.

    Acara ini terbuka untuk umum, dan ditayangkan melalui  laman pertemuan virtual Zoom dan Youtube Live Streaming di Channel Rumah Sunting dan Riau Bersastra Channel. untuk para Tamu Undangan Sudah melalui tahap Protokoler Kesehatan Mencuci tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak.

    Diakhir acara peluncuran buku Panitia menampilkan perjalanan Sastrawan dari Awal bersama WWE Indonesia di Kampar kiri dan di dibantu oleh Team Komunitas Seni Rumah Sunting. "Kujaga kampar kiri dengan kata, kulihat kampar kiri Kulihat indonesia, Salam Puisi bertubitubi". ungkap Kunni Kepada Tirastimes (4/10) (hsub)



     
    Berita Lainnya :
  • Buku Puisi Kotau Karya Kunni Masrohanti Berisi Nilai Adat dan Kearifan Lokal Melayu Kampar Kiri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pengasuh : Bambang Karyawan, YS, M.Pd
    EDISI 1 : PUCUK KATA (Lembaran Sastra Remaja)
    2 JADAYAT Yusmar Yusuf
    Misanthropos
    3 UMP Riau 2021 tidak Naik, Gubri Syamsuar: Sudah Saya Tanda Tangan
    4 Kearifan Lokal Daerah Kampar Kiri, Gunung Sahilan
    Buku Puisi Kotau Karya Kunni Masrohanti Berisi Nilai Adat dan Kearifan Lokal Melayu Kampar Kiri
    5 Hots News!!!! Gubernur dan Danrem
    Gubernur Riau dan Danrem 031 Wirabima Membaca puisi, Perhatiannya yg besar pada dunia seni budaya.
    6 Munsi III,sastra
    Munsi III Resmi Ditutup Lahirkan Delapan Rekomendasi Sastra
    7 Mulai 1 November, Lakukan Ini Jika BPJS-Mu Tak Mau Dibekukan!
    8 Sederet Fakta Terbaru Mega Merger Bank Syariah BUMN
    9 Jenderal Polisi Terlibat LGBT, Kompolnas Akan Klarifikasi Irwasum Polri
    10 FPK Riau Bersilaturahmi dengan Wakapolda Riau
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved