www.tirastimes.com
Rabu, 13 Desember 2017
 
Pertemuan Penyair Nusaantara (PPN) X untuk Perdamaian
Jumat, 01-12-2017 - 12:53:26 WIB

TERKAIT:
 
  • Pertemuan Penyair Nusaantara (PPN) X untuk Perdamaian
  •  

    TIRASTIMES.COM: Kinerja kepenulisan dan kebudayaan tidak pernah tercerabut dari jalan sejarah dan komitmen kepada kemanusiaan, sebab kerja kepenulisan tidak berada di ruang vakum peristiwa sosial-budaya, ekonomi dan politik. Hidup dalam dunia, bukan berada di luar dunia dan situasi dunia kekinian saat ini kembali mengulang abad-abad konflik dan perang di masa silam, yang perlu disikapi. Di berbagai belahan dunia, dari mulai Suriah hingga Mesir, dari mulai Myanmar hingga Filipina (kasus Marawi), dari mulai Yaman hingga di tempat-tempat lainnya.

    Immanuel Kant pernah menulis risalah politik kosmopolitan, Toward Perpetual Peace, dalam rangka membangun situasi kemanusiaan dan politik yang semaksimal mungkin berdasarkan prinsip-prinsip keadilan dan mengurangi sikap-sikap saling merusak dan destruktif satu sama lain di kalangan sesama warga dunia. Dalam risalah yang ia tulis itu, menempati satu ‘Bumi’ yang sama, yang pada dasarnya setiap orang berhak tinggal di mana saja, sebelum ada ketetapan batas geografis yang sifatnya politis, misal negara.

    Jauh sebelum Kant, seorang pujangga Persia, yaitu Sa’adi, sudah terlebih dahulu menyuarakan spirit yang kemudian dikemukakan kembali oleh Immanuel Kant, dengan menulis puisi: “Anak adam satu raga satu jiwa, tercipta dari muasal yang sama. Jika satu anggota ummat manusia terluka, semua akan merasa terluka. Engkau yang tak berduka atas luka manusia, tak layak menyandang nama manusia”, yang kini diabadikan di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

    Terkait hal itu, topik penting, “Puisi untuk Perdamaian Dunia”, akan dibahas pada simposium internasional dalam rangka Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) X yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Banten (DKB) di Taman Budaya Banten, Kota Serang, Sabtu esok, 16 Desember 2017. Para penyair ternama dari empat negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand akan mencari siasat terbaik untuk ikut mendorong terciptanya perdamaian dunia melalui puisi.

    Menurut penanggungjawab PPN X yang juga Ketua Umum DKB Chavchay Syaifullah, tema tersebut dipilih guna ikut menguatkan wacana tentang pentingnya perdamaian dunia dan mengakhiri berbagai bentuk kekerasan di berbagai belahan dunia. Menurut ketua panitia PPN X, Arif Sodakoh, para penyair yang akan menjadi nara sumber simposium adalah Shamsuddin Othman (Malaysia), Syarifah Yatiman (Singapura), Mahroso Doloh (Thailand), Sheikh Mansor (Brunei Darussalam), dan Nuruddin Asyhadie (Indonesia).

    "Selain itu, Panitia PPN X juga akan menggelar Seminar Internasional Metode Mutakhir Pengajaran Bahasa dan Sastra (khusus untuk guru dan dosen bahasa dan sastra Banten), dengan pembicara Prof. DR. Suminto A. Sayuti (Indonesia), Prof. DR. Nik Rakib bin Nik Hasan (Thailand), DR. Mohamad Saleeh Rahamad (Malaysia), Prof. Zefri Ariff (Brunei), dan Djamal Tukimin MA (Singapura), dengan moderator Ahmadun Yosi Herfanda. Seminar ini akan diadakan pada Minggu 17 Desember di Gedung Prof. Sjadzili Hasan, UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten," tambah Chavchay.

    Perhelatan antar bangsa di kawasan Nusantara yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, dan Bank Indonesia ini, menurutnya lagi akan diikuti sekitar 200 peserta yang merupkan hasil kurasi Tim Kurator yang terdiri dari Ahmadun Yosi Herfanda (Indonesia), Sulaiman Djaya (Banten), Moh Saleeh Rahamad (Malaysia), Djamal Tukimin (Singapura), Zefri Ariff (Brunei), dan Nik Rakib Nik Hasan (Thailand).

    “Mereka dipilih berdasarkan karya yang dikirim ke kurator di masing-masing negara,” kata penyair yang juga musikus itu.
     
    Forum Tahunan
    PPN merupakan forum tahunan yang lahir dari Pertemuan Penyair Indonesia The 1st International Poets Gathering  di Medan tahun 2007, yang diselenggarakan oleh Laboratorium Sastra Medan yang diketuai oleh Afrion.

    Gagasan tentang perlunya forum tahunan tersebut pertama kali dikemukakan oleh pendiri Komunitas Sastra Indonesia (KSI) Ahmadun Yosi Herfanda dan Viddy AD Daery yang saat itu memimpin rapat dalam gathering.

    Tujuan PPN, agar ada forum bergilir yang mempertemukan para penyair se Nusantara guna menjalin kerja sama kegiatan, pertukaran karya, dan berbagi informasi perkembangan sastra di negara masing-masing. Maka, pada hari itu, bersama para penyair empat negara yang hadir, dicanangkanlah forum tahunan yang diselenggarakan secara bergilir di lima negara tersebut dan tahun ini di Banten memasuki PPN X.

    Gagasan yang sebelumnya sempat mengemuka di kalangan pengurus pusat KSI tersebut disambut antusias oleh para penyair dari negara-negara kawasan Nusantara yang hadir dalam PPN I di Medan, antara lain SM Zakir dan Moh Saleeh Rahamad dari PENA Malaysia, Zefri Ariff dari Asterawani Brunei Darussalam, Djamal Tukimin dari Singapura, dan Nik Rakib Nik Hasan dari Nusantara Studies Center Prince of Songkla University Pattani Thailand. Atas dukungan para sastrawan bersama lembaga mereka itu kemudian PPN terselenggara secara bergilir di negara-negara tersebut.
     
    Lembaga pendukung
    Selain didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, dan Bank Indonesia, pelaksanaan PPN X juga didukung oleh Komunitas Sastra Indonesia (KSI), Yayasan Master Kreativa Indonesia, Yayasan Daya Muda Nusantara, Rumah Dunia, Portal Konfrontasi, Harian Kabar Banten, Pelita Banten,  Saung Seni Harum Sari, Teater Untirta Kafe Ide, dan sejumlah lembaga serta komunitas yang ada di kawasan Banten.

    PPN X akan dibuka pada Jumat 15 Desember pukul 19.00 wib di Taman Budaya Banten. Usai pembukaan, akan digelar Panggung Baca Puisi Penyair ASEAN. Akan tampil membaca puisi, antara lain Amin Kamil, Thomas Budhi Santoso, dan Hamdy Salad, serta para penyair dari Negara-negara peserta PPN.

    Esok paginya, Sabtu 16 Desember, para peserta akan diajak berwisata sejarah dan budaya ke makam dan Masjid Kesultanan Banten, Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, Vihara Avalokitesvara, Benteng Speelwijk, Museum Negeri Banten, dan Danau Tasikardi. Siangnya, peserta akan mengikuti simposium internasional “Puisi untuk Perdamaian Dunia”. Dan, malamnya, di Taman Budaya Banten, akan digelar Panggung Penyair ASEAN. Para penyair dari lima Negara peserta PPN akan tampil membaca sajak di panggung itu.

    Hari terakhir, Minggu, 17 Desember, pukul 08.00-12.00 wib, akan digelar Seminar Internasional Metode Mutakhir Pengajaran Bahasa dan Sastra (Khusus untuk Para Guru dan Dosen Bahasa dan Sastra SeBanten), dengan pembicara Prof. DR. Suminto A. Sayuti, Prof. DR. Nik Rakib bin Nik Hasan, DR. Mohamad Saleeh Rahamad, Prof. Zefri Ariff, dan Djamal Tukimin MA, di Gedung Prof. Sjadzili Hasan, UIN Sultan Maulana Hasanudin Serang Banten.*** (Fit/Rls)



     
    Berita Lainnya :
  • Pertemuan Penyair Nusaantara (PPN) X untuk Perdamaian
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bulan Puasa Semua Aktivitas ASN Berjalan Lancar
    2 Dikukuhkan Tak Lama Lagi
    Pengurus ‘Satupena’ Diumumkan, Banyak Tokoh Ternama
    3 Kampar Siap Dukung Bupati Siak Membangun Riau Lebih Maju
    4 Menguak Motif di Balik Tewasnya Pegawai BNN di Bogor
    5 PT RAPP Gelar Buka Bersama Para Stakeholder.
    PT RAPP Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
    6 Polantas Berikan E-Tilang
    Puluhan Kendaraan Terjaring Razia
    7 Mengapa Muslim Rohingya Dibantai Militer Myanmar? Ini Akar Persoalannya.
    8 Sepuluh Sastrawan ‘Napak Tilas’ Melayu Champa Sepekan di Vietnam
    9 Sosok Rektor UIR periode 2017-2021
    Prof. Syafrinaldi, Pribadi Bersahaja yang Mengukir Banyak Prestasi
    10 In Memorium Wartawan Senior, H. Mulyadi:
    Dia Pergi dengan Semangat Jurnalistik Tak Pernah Padam
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved