www.tirastimes.com
Minggu, 18 08 2019
 
Oleh: Fakhrunnas MA Jabbar
Komitmen RAPP Dalam Penyediaan SDM Industri yang Kompeten
Rabu, 11-04-2018 - 17:44:20 WIB

TERKAIT:
 
  • Komitmen RAPP Dalam Penyediaan SDM Industri yang Kompeten
  •  

    PT Riau Andalan  Pulp and Paper (RAPP) dan Tanoto Foundation/PT. RAPP lagi lagi membuktikan komitmen nya dalam mendukung upaya penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) Industri yang kompeten. Perusahaan bubur kertas milik Sukanto Tanoto itu, menggandeng Perguruan Tinggi dan SMK di Riau dalam meningkatkan partisipasi masyarakat Riau bagi pengembangan potensi sumber daya industri di wilayah Riau.

    Ihwal tersebut dibuktikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Riau dengan Tanoto Foundation/PT. Riau Andalan Pulp & Paper (PT. RAPP) dan Program Pemberdayaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Hotel Unigraha, Kompleks PT RAPP, Pangkalan Kerinci pada Januari 2018.

    Tentunya hal ini selaras dengan Program Pendidikan Vokasi Industri dan kebijakan Link and Match SDM industri yang sedang gencar-gencarnya didorong oleh Pemerintah.

    Harapannya, adalah perkembangan industri di Riau, kebutuhan SDM-nya sebagian besar dapat dipenuhi dari tenaga kerja lokal.

    Saat ini industri pulp dan kertas memiliki arti yang penting bagi perekonomian nasional dan telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai salah satu industri prioritas melalui Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional.

    Ini sangat tepat, karena Indonesia memiliki keunggulan komparatif terutama terkait bahan baku dengan produktivitas tanaman yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara pesaing yang beriklim Sub Tropis. Apalagi selama ini, pemasok pulp dan kertas dunia didominasi oleh Negara-negara NORSCAN (North America dan Scandinavia) menunjukkan kecenderungan yang semakin menurun, bergeser ke Asia (terutama Indonesia dan Negara-negara di Asia Timur) serta Negara-negara Amerika Latin seperti Chilli, Brazil, dan Uruguay.

    Posisi industri pulp dan kertas Indonesia di dunia internasional cukup terkemuka, dimana industri pulp menempati peringkat ke-10 dan industri kertas peringkat ke-6, sementara di Asia menempati peringkat ke 3 untuk industri pulp maupun kertas.

    Jika dilihat dari peranannya, industri pulp and paper dalam perekonomian nasional di tahun 2016 lalu ternyata mampu memberikan kontribusi dalam ekspor mencapai US$ 5,1 Milyar.

    Berdasarkan data sampai dengan kwartal III 2017, ekspor pulp dan kertas meningkat 18,05% dibandingkan periode waktu yang sama di tahun 2016. Disamping itu, kontribusi industri pulp dan kertas terhadap pembentukan PDB pada tahun 2017 sebesar 0,71%.

    Dan saat ini, PT. RAPP merupakan salah satu produsen pulp dan kertas terbesar nasional dengan kapasitas produksi 2,8 juta ton pulp dan 820 ribu ton kertas yang memiliki standar internasional dan mampu bersaing di kancah global.

    Tak berlebihan jika menteri Perindustrian Airlangga saat berkunjung ke RAPP mengapresiasi PT. RAPP atas inovasi dan diversifikasi produk dissolving pulp dari kayu acasia melalui proyek PT. Sateri Viscose International yang telah berganti nama menjadi PT. Asia Pasific Rayon. Pabrik ini memiliki  kapasitas terpasang 350.000 ton/tahun dan dengan nilai investasi sebesar Rp 15 triliun atau US$ 1,13 miliar.

    "Proyek ini memiliki arti strategis, karena akan memperkuat struktur industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional, dapat menghemat devisa sekitar US$ 304 juta (asumsi harga dissolving pulp 2016). Saat ini di Indonesia terdapat 3 pabrik rayon, dengan total kapasitas nasional terpasang sebesar 565.000 ton/tahun, yang bahan bakunya semuanya masih dipenuhi dari impor," ucap Airlangga.

    Perkembangan impor dissolving pulp dari tahun 2009 s/d 2016 meningkat cukup tajam dari 204.197 ton yakni senilai US$ 160,5 juta meningkat menjadi 488.625 ton dengan nilai US$ 422,69 juta. Selain itu, diversifikasi produk dissolving pulp ini juga memberikan nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan dengan pulp untuk kertas, dengan perbedaan  harga berkisar US$ 100 s/d 300 per tonnya.

    Dengan dibangunnya pabrik raksasa ini, diharapkan dapat menjawab tantangan sekaligus menepis tudingan miring yang yang cenderung menyudutkan RAPP terkait isu tenaga kerja asing.

    Meskipun tak dipungkiri ada beberapa bagian yang harus dikerjakan tenaga ahli asing. Namun realitasnya di lapangan, tenaga lokal justru lebih dominan. Hal ini membuktikan PT RAPP, selain membuka lapangan kerja baru juga secara konsisten masih memegang teguh semangat nasionalisme yang tinggi untuk kepentingan daerah (Riau) maupun secara nasional.*


     



     
    Berita Lainnya :
  • Komitmen RAPP Dalam Penyediaan SDM Industri yang Kompeten
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Ikatan Mahasiswa Siak di Jogja Komit Promosikan Budaya Daerah
    2 Meriahnya Kampung Toga dari Mempura
    3 GenRe Educamp 2019 Upaya BKKBN Hadapi Permasalahan Remaja
    4 Pompong Tenggelam di Rohul, 1 Penumpang Tewas
    5 Gubri jadi Tamu Istimewa di MTQ Ke XVII Kecamatan Tualang
    6 292 CJH Pekanbaru Belum Lunasi BPIH Tahap Pertama
    7 Sudah 147 Usaha di Pekanbaru Urus Izin Restoran dan Rumah Makan Non Muslim
    8 Naik Helikopter, Alfedri Pantau Karhutla di Rawang Air Putih dan Tasik Betung
    9 Sekda Siak Sebut Bapekam Mesti Paham Tupoksi
    10 Silat Serunting 12 Pukau Pengunjung Pawai FPN
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved