www.tirastimes.com
Minggu, 18 08 2019
 
Berhenti Turuti Kata Orang Lain, Penulis Arthasalina Mengikuti Passion!
Jumat, 03-11-2017 - 11:03:57 WIB
Dian Septi Arthasalina
TERKAIT:
 
  • Berhenti Turuti Kata Orang Lain, Penulis Arthasalina Mengikuti Passion!
  •  

    TIRASTIMES.COM: Pada Februari 2017 lalu, banyaknya penulis aktif di Indonesia semakin bersaing untuk mempublikasikan karyanya di media cetak maupun online.

    Salah satu media online, mempublikasikan tulisan Arthasalina. Berikut kisah inspiratif untuk penulis muda yang ingin eksis di dunia jurnalistik maupun sastra seperti disinyalir dari IDN Times Comunity.

    Artikel-artikel gadis berjilbab ini, banyak disukai dan menginspirasi para pembaca. Arthasalina- pun menduduki peringkat 1 dalam daftar Top Writers.

    Ia aktif menulis, Hampir setiap hari tak pernah absen untuk mengirim artikel. Tak sekadar banyak dari segi jumlah, tulisan-tulisannya pun punya kualitas bagus. Seringkali karyanya berhasil masuk jajaran trending articles dan berhasil menarik perhatian para editor, sehingga artikelnya bisa terpampang di halaman utama media.

    Pada tanggal 17 April 2017, gadis asal Semarang ini sudah berhasil menerbitkan puluhan artikel, dan beberapa di antaranya sangat disukai oleh pembaca hingga layak disebut "viral". Ini dibuktikan dengan dua tulisannya yang berjudul "Inikah Dalang di Balik Oleh-oleh Kekinian Para Artis?" telah di-share oleh pembaca sebanyak 15.400 kali oleh pembaca serta "Segera Nikahi Putri Jokowi, Inilah Sosok Kekasih Kahiyang Ayu" telah di-share sebanyak 10.600 kali oleh oleh warganet.

    Karena tulisan-tulisannya yang sangat informatif dan up-to-date, banyak sekali pembaca yang menyukai dan tak segan-segan membagikan artikel Arthasalina ke berbagai media sosial. Berkat ketekunan dan keuletannya dalam menulis artikel di media, gadis berusia 24 tahun ini saat ini berhasil menduduki peringkat 1 sementara dalam datar Top 10 Writers IDN Times Community.

    Penghasilan tambahan yang ia dapat dari menulis di media online dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.

    Awal mula Arthasalina tertarik bergabung sebagai penulis IDN Times Community adalah saat mengikuti lomba menulis pada media tersebut. Kala itu, Arthasalina gagal memenangkan kompetisi menulis, namun, ia mendapati artikel yang ia kirim ke media online yang sama ternyata tetap dimuat. Dirinya melihat informasi adanya plartform menulis di media yang akan memberikan reward berupa poin yang dapat dikonversikan menjadi uang tunai.

    Demi mengejar passion di dunia menulis, gadis yang bisa mencukupi kebutuhan hidup dengan menulis ini rela melepas pekerjaannya sebagai Kepala Lab.

    Seorang lulusan sarjana Ilmu Kimia di Universitas Diponegoro ini, Selepas kuliah bekerja di sebuah Laboratorium Mikrobiologi Perikanan, Tangerang sebagai Kepala Laboratorium. Meski pada saat itu jabatannya cemerlang, Arthasalina justru memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya.

    "Pekerjaan di lab itu membosankan! Yang aku lakukan selalu sesuai prosedur, setiap hari selalu sama dan jam kerjanya padat. Aku kadang bisa kerja dari subuh dan lembur sampai malam".

    Kemudian, Ia kembali ke kampung halamannya. Ia pun mantap untuk bekerja sesuai pasion-nya: penulis. Saat ini Arthasalina adalah seorang penulis lepas, dan salah satu yang ia tekuni adalah menulis di IDN Times Community.

    Keputusannya untuk berhenti menjadi Kepala Lab dan lebih memilih untuk menjadi seorang penulis tentu saja tak luput dari cibiran orang-orang di sekitarnya. Banyak yang menyayangkan keputusannya tersebut, bahkan karena hal itu Arthasalina harus rela dibilang "Gak tahu diuntung!"

    Keputusan untuk melepaskan pekerjaan tetapnya bukan semata-mata karena ia bosan, namun karena ia ingin mengikuti keinginan dan mengejar renjananya. Arthasalina mengaku bahwa sejak dulu ia selalu mengikuti kata orang lain, dan sekarang adalah saat yang tepat untuk mulai mengikuti kata hatinya yang selama ini harus rela ia pendam.

    "Dari dulu aku selalu ikutin kata orang lain. Sekarang aku ingin ikuti keinginanku sendiri" kata Artasalina.

    Ketika mengambil keputusan ini ia sempat merasa menyesal karena khawatir tak mampu membahagiakan orangtuanya, namun keputusan sudah diambil dan tak dapat ditarik kembali. Tak ada cara lain selain terus maju dan membuktikan bahwa keputusannya ini adalah yang terbaik untuknya.

    Oleh sebab itu, untuk bisa menjalani niatnya sebagai seorang penulis ia harus bisa membuktikan ke orang-orang dengan cara menghasilkan karya dan terus konsisten menulis. Tak ada yang salah dengan profesi sebagai seorang penulis. Baginya, menulis adalah kegiatan yang mulia.

    Menurutnya, tempat ia bekerja sekarang sangat berjasa buat menunjukkan potensinya dan membuktikan bahwa di era yang haus informasi seperti sekarang ini, menulis dan membaca adalah kegiatan yang mulia.

    "Alasan inilah yang bikin aku konsisten nulis di media online dan bisa di posisi top writer", Ujarnya.

    Arthasalina justru mendapat pelajaran hidup ketika ia berani memutuskan untuk keluar dari zona nyaman.

    Keluar dari zona nyaman adalah keputusan yang tak mudah bagi Arthasalina. Ada banyak hal penting yang harus ia pikirkan, salah satunya adalah mengenai penghasilan. Jika sebagai kepala lab ia mendapatkan penghasilan tetap setiap bulannya, maka ketika jadi penulis lepas ia harus mendapatkan penghasilan yang tidak pasti. Namun dari sinilah Arthasalina justru menyadari bahwa yang namanya rezeki itu bukanlah melulu soal materi.

    "Gaji dari lab habis gak terkontrol. Karena mencari pelampiasan, akhirnya duit dipakai buat bersenang-senang. Kalau jadi penulis, jujur aja, kadang aku gak sadar kalau ada uang masuk. Ya, biarin aja. Soalnya sudah nyaman mengerjakan hal yang aku suka", Ia menambahkan, ada banyak suka duka dan kendala yang ia harus hadapi sebagai seorang penulis lepas. Beberapa kendala dan hambatan seringkali membuatnya down, seperti harus melawan rasa malas, gak mood, hingga seringkali mengalami penolakan penerbitan artikel.

    Namun pengalaman ini justru memberinya banyak pelajaran berharga. Kalau dulu saat bekerja sebagai pegawai tetap di laboratorium hidupnya bisa selalu aman dan penghasilan setiap bulannya selalu terjamin, maka ketika jadi penulis lepas ia harus lebih giat, bekerja keras, dan harus bisa lebih mengontrol diri.

    Kerja keras dan ketekunan Arthasalina sebagai penulis lepas pun berbuah manis. Sedikit demi sedikit dirinya mampu membuktikan kepada orang-orang di sekitarnya bahwa dia bisa berkarya sekaligus bisa menghidupi dirinya dari hasil menulis. Orangtuanya pun sekarang telah menerima dan bahkan memberikan dukungan penuh.

    Menulis adalah caranya untuk aktualisasi diri. Lewat karya tulis, ia dapat menunjukkan eksistensinya di dunia.

    Hal yang penting untuk dilakukan oleh anak-anak muda muda jaman sekarang, banyak yang ingin dianggap ada, diakui keberadaannya, dan diapresasi pencapaiannya.

    "Dengan menulis kita bisa mengekspresikan diri dan membagikan pengetahuan kita ke orang lain. Dengan aktif menulis, akan tercipta interaksi antara ide kita dalam tulisan dengan pembaca. Dari situ kita akan merasakan yang namanya diakui dan dianggap ada", Ia membagikan ceritanya.

    Ada banyak makna kehidupan yang bisa kita petik, terutama untuk generasi muda. Salah satunya adalah perjalanannya dalam mengejar hasrat dan rencana.

    Ia mewakili generasi muda, tak ragu untuk menjadi seorang penulis dan rela meninggalkan pekerjaan yang dinilai "mapan" bagi banyak orang. Namun, Arthasalina bukan seperti orang kebanyakan. Dia adalah pelari yang mengikuti kata hatinya.

    Tak peduli apa kata orang lain yang memandang sebelah mata pekerjaannya saat ini, yang terpenting adalah ia bisa menekuni hobi sekaligus menghasilkan pundi rupiah dari hobi tersebut.

    "Menulis adalah hal yang mulia", Tutupnya.

    Redaktur: Fitriana Setyaningrum



     
    Berita Lainnya :
  • Berhenti Turuti Kata Orang Lain, Penulis Arthasalina Mengikuti Passion!
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Ikatan Mahasiswa Siak di Jogja Komit Promosikan Budaya Daerah
    2 Meriahnya Kampung Toga dari Mempura
    3 GenRe Educamp 2019 Upaya BKKBN Hadapi Permasalahan Remaja
    4 Pompong Tenggelam di Rohul, 1 Penumpang Tewas
    5 Gubri jadi Tamu Istimewa di MTQ Ke XVII Kecamatan Tualang
    6 292 CJH Pekanbaru Belum Lunasi BPIH Tahap Pertama
    7 Sudah 147 Usaha di Pekanbaru Urus Izin Restoran dan Rumah Makan Non Muslim
    8 Naik Helikopter, Alfedri Pantau Karhutla di Rawang Air Putih dan Tasik Betung
    9 Sekda Siak Sebut Bapekam Mesti Paham Tupoksi
    10 Silat Serunting 12 Pukau Pengunjung Pawai FPN
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved