www.tirastimes.com
Rabu, 18 Juli 2018
 
Sepuluh Penyair Riau dan Kepri Hadiri KSN 2018
KSN 2018 Dibuka, Bupati Abdullah Anas Tawari Seniman Hebat Manggung di Banyuwangi
Sabtu, 28-04-2018 - 19:53:36 WIB
Bupati Abdullah, Zawawi, SCB dan acara pembukaan KSN
TERKAIT:
 
  • KSN 2018 Dibuka, Bupati Abdullah Anas Tawari Seniman Hebat Manggung di Banyuwangi
  •  

    BANYUWANGI-TIRASTIMES: Kemah Sastra Nasional (KSN) Banyuwangi 2018 secara resmi dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Java Banana Ijen (JBI). Lebih seratus sastrawan dari berbagai kota di Indonesia memenuhi arena acara pembukaan yang berlangsung semarak.  Diawali  dengan lagu kebangsaan Indonesia dan tarian khas Banyuwang

    Para penyair dan pegiat sastra dari Riau yang  hadir sejumlah 5 orang yakni Fakhrunnas MA Jabbar, Kunni Masrohanti, Muhammad de Putra, Zasqia dan fotografer Gober. Sedangkan dari Kepri terdapat 4 penyair antara Rida K. Liamsi, Hoesnizar Hood dan Muftih.

    Pada acara pembukaan sempat didaulat tampil baca puisi dan memberikan motivasi dua  sastrawan nasional yakni Sutardji Calzoum Bachri dan Kyai D. Zawawi Imron serta sineas ternama Garin Nugroho. Di panggung yang sama Bupati Abdullah sempat membaca puisi karya Zawawi yang kemudian dilanjutkan Zawawi sendiri. Zawawi sempat menghadiahkan Bupati sebyah lukisan diri Abdullah Azwar Anas.

    Bupati Abdullah dalam pengarahannya mengungkapkan rasa bangganya atas digelarnya iven sastra nasional ini. Bila sebelumnya di Banyuwangi sudah ada  77 festival maka kedepan acara KSN ini akan dirambahkan sebagai Festival Sastra.

    Bahkan Bupati Abdullah menawari para seniman dan sastrawan hebat Indonesia untuk manggung di Banyuwangi mengingat berbagai fasilitas dan sarana cukup tersedia di kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa itu.

    ''Saya undang Pak Zawawi dan Pak Sutardji untuk tampil baca puisi di Banyuwangi. Sarana  dan prasaranan di sini cukup tersedia dengan segala fasilitas yang tak kalah dengan Jakarta. Di kawasan Ijen ini sudah gedung seni amphitheatre yang cocok untuk manggung. Jadi Pak Zawawi jangan hanya tampil di Sumenep atau Pak Sutardji selama ini di Jakarta. Begitu pula Pak Garin Nugroho saya undang bikin film di Banyuwangi. Semua seniman hebat di negeri sila manggung di Banyuwangi,'' ucap Abdullah disambut tepuk tangan hadirin.

    Menurut Abdullah, pengelola kawasan BJI, Sigit sedang mempersiapkan kawasan seperti  Ubud.  Sigit ini juga sedang membangun 1000 patung  Gandrung di tengah sawah. Ini sebagai bukti keterlibatan swasta.

    Bupati Abdullah selanjutnya mengungkapkan bagaimana Banyuwangi banyak mengukir prestasi di tingkat nasional dan dunia terutama yang berkaitan dengan pembangunan pariwisata. Terakhir di kawasan yang sama digelat Ijen Green Run yakni kegiatan lari mancanegara.

    Selain itu, kata Bupati, Kecamatan  Ijen meraih prestasi sebagai Desa Wisata  Nomor 1 Soal  Homestay Terbanyak  di Indonesia.

    ''Di Banyuwangi saya hanya memberi Izin hotel bintang 3 keatas. Tak boleh durikan hotel melati.  Ini dimaksudkan agar pangsa pasar homestay milik masyarakat tidak terambil.  Ekonomi rakyat hadi tumbuh. Bahkan  pihak Traveloka sudah bekerjasama dengan kami menjadikan  Banyuwangi sebagai   wisata  berbasis daetah. Kolaborasi wisata regiobal,'' kata Abdullah lagi.

    Bupati Abdullah menceritakan pula tentang  prestasi Banyuwangi yabg dipilih Menlu untuk  KTT Asean sebagai Kita Cerdas bersama  Jakarta dan Makassar. Sebelumnya, Banyuwangi  pada pertemuan
    UN WTO yang diikuti 170 negara dunia menetapkan Banyuwangi sebagau K abupaten Inovasi  Wisata Terbaik di Indonesia.

    Presiden Penyair Ibdonesia, Sutardji  dalam sambutannya mengungkapkan makna suatu
    pertemuan sebagai ada yg ingin ditemukan. Mewujudkan eksistensu. Para pencinta sastra sebagai makhluk cinta databg dan bergaul bergaul yang juga mewujudjan kemakhlukan kata. Ini akan memberikan kesadarannya atas hububgan Kholik dengan  makhluk.

    ''Seniman melahirkan
    kata-kata yang bersumber dari  ilham. Penyair harus bersikap rendah hati terhadap Tuhan (God Gospel. Kun..maka terjadilah..'' ujar SCB.

    Selanjutnta dijatajan, penyair mencipra   kata-kata dan saling bersilaturahim.  Kata dan penyair adalah satu keluarga. Kata-kata yang dilahirkan harus kita beri makna,'" pungkas penyair mantera yang kini semakim Islami ini.

    Sementara sineas, Garin Nugroho mengatakan Indonesia  dibangun tidak hanya dengan politik tetapi juga budaya. Keindonesiaan dimulai dari  keragaman budaya dan profesi. Berbagai riset antrologi terus dilakukan.

    Para seniman terus melakukan  pertemyan-pertemuan yang seperti dikatakan penysir SCB  'menetas' kembali. Kota  tak tumbuh tanpa pertemuan atau  festival. Banyuwangi banyak membikin festival. Rafles pernah menulis tentang  Jawa.  Film lahir dari sastra, panggung dan tradisi lisan.

    ''Festival ini turut mersyakan tradisi lisan dan perjalanan. Dulu orang mengolah besi menhadi  kompas. Orang dari berbagai belahan  dunia pun meemukan kota impian. Era berjalan terus. Tugas menulis bersiar di media dan  medsos. Tulisan-tulusan disiarkan ke semua kota  agar org bisa berjalan-400 puisi
    Goethe..quean adalah puido tetbaik di dunia..Berjalanlah ke timur, tempat matahari terbit.  Kata-kata harus bermakna. Kurab suci  Al Quran memerinrahkan kita harus membaca san menafsir. Kita dusuruh mencipta dengan referensi. Kita membaca kora-kota dunia  yang terus dibangun.
    Venesia lahir  dari imajinasi sastra. Padahal sebelumnta habya  onggokan sampah. Lalu ada  orabg yang menjadikannta sebagai  tempat yang indah. Banyuwangi bisa jadi  imajinasi bagi orang-orang walaupun letaknya paling  ujung pulau Jawa,'' tukas Garin.

    ''Mari emukan dunia baru untuk  melompat ke depan,'' tambah Garin lagi.

    Di Desa Kemiren selesai acara pembukaan, berlangsung pula Workshop Penulisan Sastra bagi siswa SMP dan SMA serta para guru. Dua sastrawan masing-masing Ahmadun Yosi Herfanda dan Hasan Aspahani memberikan materi yang berkaitan dengan cerpen dan puisi, (nas)









     
    Berita Lainnya :
  • KSN 2018 Dibuka, Bupati Abdullah Anas Tawari Seniman Hebat Manggung di Banyuwangi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Dikukuhkan Tak Lama Lagi
    Pengurus ‘Satupena’ Diumumkan, Banyak Tokoh Ternama
    2 506 Pegawai Pensiun, Pemprov Riau akan Terima 375 CPNS
    3 Bulan Puasa Semua Aktivitas ASN Berjalan Lancar
    4 Sepuluh Sastrawan ‘Napak Tilas’ Melayu Champa Sepekan di Vietnam
    5 Menguak Motif di Balik Tewasnya Pegawai BNN di Bogor
    6 PT RAPP Gelar Buka Bersama Para Stakeholder.
    PT RAPP Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
    7 Kampar Siap Dukung Bupati Siak Membangun Riau Lebih Maju
    8 Polantas Berikan E-Tilang
    Puluhan Kendaraan Terjaring Razia
    9 Sosok Rektor UIR periode 2017-2021
    Prof. Syafrinaldi, Pribadi Bersahaja yang Mengukir Banyak Prestasi
    10 Mengapa Muslim Rohingya Dibantai Militer Myanmar? Ini Akar Persoalannya.
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved