www.tirastimes.com
Kamis, 24 Oktober 2019
 
Harganas 2019: Kalau Terencana, Semua Lebih Indah
Kamis, 04-07-2019 - 21:06:55 WIB

TERKAIT:
 
  • Harganas 2019: Kalau Terencana, Semua Lebih Indah
  •  

    BANJARBARU,tirastimes - Remaja menurut World Health Organization (WHO) adalah penduduk dengan rentang usia 10-19 tahun. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2014 mendefinisikan remaja sebagai penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun, sedangkan BKKBN menetapkan usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah. 

    Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010 menyebutkan, dari 237,6 juta penduduk Indonesia, tiga puluh persen (64 juta) diantaranya adalah remaja. 

    Bahkan SDKI 2017 (Kesehatan Reproduksi Remaja) dalam laporannya menyebutkan bahwa remaja perempuan belum kawin (10-24 tahun) serta remaja pria pada umur yang sama rentan terhadap penyalahgunaan NAPZA (merokok, minum-minuman beralkohol dan penggunaan obat terlarang), prilaku seksual tidak bertanggung jawab yang berisiko terhadap penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS serta kehamilan tidak diinginkan.

    Keluarga sebagai unit terkecil dari sebuah sistem masyarakat memegang peranan penting dalam masa tumbuh kembang remaja (Bennet, dkk, 1999). Sejatinya pembangunan suatu negara juga diawali dari pembangunan keluarga. Keluarga bukan hanya dianggap sekedar sasaran (obyek) pembangunan, tetapi merupakan pelaku (subyek) dari pembangunan. Dikaitkan dengan pembangunan kependudukan di Indonesia, jumlah remaja yang besar menjadi sangat potensial. Kedepannya, Indonesia mempunyai kesempatan untuk mendapatkan bonus demografi pada 1-3 dekade mendatang dimana remaja saat ini akan masuk pada usia produktif. 

    BKKBN sebagai institusi pemerintah yang bertugas mengawal bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana sesuai amanat UU no 52 tahun 2009 juga ikut menyiapkan strategi untuk membantu program pemerintah dengan mendorong terciptanya keluarga berkualitas sehingga diharapkan akan menghasilkan generasi yang berkualitas dalam keluarga. 

    BKKBN sebagai salah satu institusi yang ikut terlibat untuk mewujudkan Agenda Prioritas (Nawacita) nomor 5 (lima) yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. Kualitas hidup manusia Indonesia bisa meningkat apabila keluarga-keluarga di Indonesia sudah meningkat kualitasnya. 

    Untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda perihal perencanaan kehidupannya, dengan ini BKKBN menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Kalau Terencana, Semua Lebih Indah sebagai rangkaian kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI Tahun 2019 dengan mengundang narasumber kompeten dibidangnya serta anak muda yang dianggap sebagai influencer (memiliki daya ungkit positif).

    Salah satu kegiatan yang digalakkan dalam momentum Harganas XXVI Tahun 2019 adalah Gerakan Kembali ke Meja Makan dan Gerakan tidak melihat Media sosial dan TV pada jam 18.00  21.00 atau Gerakan 1821 hal ini bertujuan untuk meningkatkan kembali interaksi antara anggota keluarga yang akan mewujudkan terciptanya ketahanan keluarga. 

    Dengan gaya hidup yang makin modern dan kesibukan orang tua yang semakin meningkat, akan berdampak pada tatanan kehidupan keluarga, misalnya: (1) waktu berkumpul dengan keluarga secara kualitas mulai terasa terabaikan; (2) terjadi kesenjangan komunikasi antara orang tua dan anak karena terbatasnya waktu untuk mendengarkan keluh kesah atau problematika terutama pada anak remaja; (3) keluarga sering tidak tanggap atau kurang peduli pada kejadian-kejadian di lingkungan sekitarnya; (4) budaya gotong royong antar warga, antar masyarakat bisa dikatakan hampir luntur. 

    Deputi Bidang Bidang Pelatihan Penelitian dan Pengembangan Prof.  Rizal Damanik, Ph.D berharap semoga peringatan Harganas dapat dijadikan sebagai momentum dan pemacu bagi keluarga Indonesia untuk terus-menerus berupaya meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga agar dapat menghasilkan generasi yang berkualitas. 

    Damanik juga menambahkan, Peringatan Harganas tahun ini masih sama dengan sebelumnya karena mengedepankan keikutsertaan keluarga dan mencerminkan penerapan 4 (empat) Peringatan Harganas tahun ini masih sama dengan sebelumnya karena mengedepankan keikutsertaan keluarga dan mencerminkan penerapan 4 (empat) pendekatan ketahanan keluarga yaitu: (1) Keluarga berkumpul (reuniting);  (2) Keluarga berinteraksi (interacting); (3) Keluarga berdaya (empowering); (4) Keluarga peduli dan berbagi (sharing and caring), tutup Damanik. (rilis) 



     
    Berita Lainnya :
  • Harganas 2019: Kalau Terencana, Semua Lebih Indah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Ikatan Mahasiswa Siak di Jogja Komit Promosikan Budaya Daerah
    2 Meriahnya Kampung Toga dari Mempura
    3 GenRe Educamp 2019 Upaya BKKBN Hadapi Permasalahan Remaja
    4 Pompong Tenggelam di Rohul, 1 Penumpang Tewas
    5 Gubri jadi Tamu Istimewa di MTQ Ke XVII Kecamatan Tualang
    6 292 CJH Pekanbaru Belum Lunasi BPIH Tahap Pertama
    7 Sudah 147 Usaha di Pekanbaru Urus Izin Restoran dan Rumah Makan Non Muslim
    8 Naik Helikopter, Alfedri Pantau Karhutla di Rawang Air Putih dan Tasik Betung
    9 Sekda Siak Sebut Bapekam Mesti Paham Tupoksi
    10 Silat Serunting 12 Pukau Pengunjung Pawai FPN
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved