www.tirastimes.com
Selasa, 23 April 2019
 
LAM Riau Tabalkan Gelar Adat Melayu bagi Ustadz Abdul Samad
Gelar Adat Melayu bagi Ustadz Abdul Somad Jadi Penegasan Dirinya Bukan Anti NKRI
Selasa, 20-02-2018 - 13:06:42 WIB
UAS dan Upacara Penabalan Gelar Adat *Fito: Ist)
TERKAIT:
 
  • Gelar Adat Melayu bagi Ustadz Abdul Somad Jadi Penegasan Dirinya Bukan Anti NKRI
  •  

    PEKANBARU-TIRASTIMES: Gelar adat Datuk Seri Ulama Setia Negara dari Lembaga Adat Melayu(LAM) Riau bagi da'i kondang, Ustadz Abdul Somad (UAS)  benar-benar menjadi penegasan dirinya bukan Anti-NKRI. Bahkan UAS merupakan anak jati Melayu yang cinta tanah air sejak lahirnya.

    Penegasan itu terungkap dari pidato kehormatan UAS berupa untaian pantun panjang  usai Penabalan Gelar Adat Datuk Seri Ulama Setia Negara di Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Selasa (20/2).

    UAS dalam pidato pantunnya memgemukakan dirinya sebagai orang Melayu Riau yang lahir di Asahan Sumut dalam berdakwah sering  mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan. Bahkan tuduhan Anti-NKRI dialaminya saat melaksanakan tugas dakwah di Pulau Dewata. Lebih dari itu UAS pernah dideportasi dari Hongkong (RRT) yang dikesankan sebagai teriotis.

    Padahal, kata UAS dalam pantunnya,  tanah Melayu mengajarkan wajib mencintai tanah air. Sejumlah tokoh dan pejuang Riau sudah berkorban merebut dan mendukung kemerdrkaan. Seperti Sultan Siak Syarif Kasim II di awal kemerdekaan pernah menyumbangkan uang senilai 13 juta gulden Belanda kepada pemerintah RI.

    Lebih dari itu, UAS mengungkapkan Tanah Melayu Riau yang kaya akan sumberdaya alam terutana minyak dan gas bumi telah memberikan sumbangan luar biasa bagi perjalanan negara dan bangsa Indonesia. Begitu pula bahasa Melayu Riau yang menjadi cikak bajal bahasa persatuan Indonesia mwrupajan bukti nyata sumbangan Riau bagi negeri ini.

    Semenratara Gubernur Riau  diwakili oleh Sekda, Ahmad Hujazi menegaskan  UAS seorang yang setia pada negara sesyai dengan gelar adat Datul Seri Ulama Setia Negara. Selain itu UAS juga telah mengangkat kehornatan Melayu.

    Ketya Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Datuk Seri Al azhar mengungkapkan UAS merupakan ulama yang bangga menyebut dirinya sebagai 'Orang Melayu Riau.' Ayah dan ibunya merupakan gabungan Pelalawan (Riau) dan Asagan (Sumut) yang tak perlu diragukan lagi kecintaannya pada Indonesia. Sebab kedua wilayah itu sejak lama memiliki hubungan ke-Islaman yang begitu kuat hingga saat ini.

    Hal senada diungkapkan Ketua LAM Riau, Datuk Syahril Abubakar. Memurut Syahril,
    penabalan gelar ini sekaligus membantah tuduhan terhadap UAS yang disebut Anti-NKRI.

    Prosesi Penabalan Gelar Adat Datuk Seri Ulama Setia Negara disaksikan tokoh adat dan masyarakat Melayu,  ratusan tamu dan undangan. Acara duawali dengan pembacaan riwayat hidup UAS oleh Datuk Gamal Abdul Naser yang menyampaikannya dengan disela gaya syair. Kemudian pembacaan SK Penabalan oleh Sekretaris MKA LAM Riau, Datuk Taufik Ikram Jamil.

    Selanjutnya pembacaan Warakah Gelar Adat oleh Ketua  MKA LAM Riau, Datuk Al azhar yang diikuti dengan  pemasangan tanjak putih.  Kemudian  Ketua DPH LAM Riau, Datuk Syahril Abubakar memasangkan  selempang dan terakhir  Sekda Riau, Ahmad Hijazi memasangkan  keris adat ke pinggang  UAS. Setelah itu, UAS menduduki  pelaminan adat yang terletak persis di atas panggung utama. Sejumlah tokoh di beri kehormatan untuk memberikan tepuk tepung tawar.

    Dalam acara yang bersejarah tampak hadir, Gubernur Riau diwakili Sekda Riau, Ahmad Hijazi,  Datuk Setia Amanah Setianegara, H. Syarwan Hamid,
    Datuk Seri Lela Budaya, Rida K. Liamsi,  Datuk Seri Syamsuar, Brigjen TNI Edy Natar Nasution, Datuk Arsyadjuliandi Rachman, Hardianto, LAM perwakilan Malaysia, Singapura dan Jakarta, tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan organisasi agama, Muhammadiyah, NU, FUI, Dirut PLN, pimpinan perusahaan. Begitu pula hadir penasehat hukum FUI dan UAS, Dr. Kapitra Ampera, Mantan Menteri Kehutanan, M.S. Kaban dan lain-lain.

    Ketua DPH LAM Riau, Datuk Syahril Abubakar menungkapkan UAS merupakan tokoh
    pencerah umat. Dan peristiwa ini begitu bersejarah karena untuk
    pertamakalinya LAM Riau memberikan gelar adat pada ulama. Hebatnta,  tak ada seorang pun yang tidaj
    mendukung pemberian gelar ini bagi UAS.

    ''Kami sangat membantah tuduhan pada UAS sebsgai anti NKRI. Sehak dulu, Melayu Riau tak pernah mengkhianati negara. Bahkan,  Sultan Siak, Syarif Kasim II pernah menyumbangkan uang bagi NKRI sebesar 13 juta gulden. Ini suatu bukti nyata kesetiaan Melayu Riau pada NKRI,'' ucap Syahril.

    Syahril selanjutnyaenegaskan, LAM Riau mempunyai target ke depan, tak ada lagi  pemuka agama yang dizalimi atau dipersekusi. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau para wakil rakyat untuk membuat UU Perlindungan Ulama dan Pemuka Agana. Dengan demikian, ulama dan pemuka agama tersebut dapat dikawal oleh polisi dalam kegiatan dakwah.

    ''Pak Kapolda Riau sudah berjanji akan menugaskan polisi untuk mengawal UAS kemana pun berdakwah. Oleh sebab itu, selalu  akan dilakukan koordinasi,'' kata Syahril. (nas)


     





     
    Berita Lainnya :
  • Gelar Adat Melayu bagi Ustadz Abdul Somad Jadi Penegasan Dirinya Bukan Anti NKRI
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Meriahnya Kampung Toga dari Mempura
    2 Ikatan Mahasiswa Siak di Jogja Komit Promosikan Budaya Daerah
    3 Pompong Tenggelam di Rohul, 1 Penumpang Tewas
    4 Gubri jadi Tamu Istimewa di MTQ Ke XVII Kecamatan Tualang
    5 292 CJH Pekanbaru Belum Lunasi BPIH Tahap Pertama
    6 Jelang Pemilu Serentak 2019, ASN Harus Netral
    7 Tujuh Kali Raih Predikat WTP, Siak jadi Contoh Bagi SPI-PTN
    8 Wawako Nyoblos Bersama Keluarga
    9 Di Daerah Ini, Merokok Sembarangan Bakal Didenda Rp 5 Juta
    10 Bawaslu Temukan Ribuan Surat Suara Rusak
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved