www.tirastimes.com
Selasa, 23 April 2019
 
Diancam 100 Tahun Penjara, Bagaimana Nasib Najib Razak ke Depan ?
Senin, 08-04-2019 - 13:39:21 WIB
TERKAIT:
 
  • Diancam 100 Tahun Penjara, Bagaimana Nasib Najib Razak ke Depan ?
  •  



    KUALA LUMPUR, TIRASTIMES.COM-Untuk pertama kalinya kasus dugaan korupsi yang menimpa mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak disidangkan hari Rabu (3/4) di Kuala Lumpur. Dia terancam hukuman penjara 100 tahun jika terbukti bersalah.

    Najib Razak dikenai tuduhan pencucian uang, penyalahgunaan kuasa, dan menyalahgunakan kepercayaan Istrinya Rosmah Mansor, juga menghadapi tuduhan termasuk pencucian uang Najib. Pada awalnya akan disidangkan 12 Februari namun pengacaranya berhasil menunda persidangan.

    Mantan orang terkuat Malaysia ini diajukan ke pengadilan dengan dakwaan penyalahgunaan dana miliaran dolar dari Badan Investasi Negara 1MDB.

    Pihak penuntut mengenakan pasal-pasal pidana pencucian uang, penyalahgunaan kekuasaan dan menyalahgunakan kepercayaan rakyat. Secara keluruhan Najib dikenai 42 dakwaan dan bila dinyatakan bersalah atas semua dakwaan, dia bisa dijatuhi hukuman lebih dari 100 tahun penjara.

    Dalam persidangan hari Rabu, Najib akan didakwa dengan tujuh tuduhan yang berhubungan dengan pemindahan dana $AUD 14 juta (sekitar Rp 140 miliar) ke rekening pribadinya.

    Menurut tim pengacaranya, pihak penuntut telah menyerahkan dokumen setebal tiga ribu halaman kepada pihak pengacara Najib sebelum sidang dimulai.

    Najib sendiri diperkirakan tidak akan hadir di pengadilan. Sidang ini merupakan yang pertama dari rangkaian persidangan yang akan dilakukan.

    Dana 1MDB didirikan oleh Najib di tahun 2009 sebagai sarana bagi pembangunan ekonomi jangka panjang di Malaysia.

    Namun kurang dari sepuluh tahun keberadaannya, badan tersebut sudah menjadi bagian penyelidikan yang melibatkan enam negara karena tuduhan pencucian uang dan penyalahgunaan dana.

    Setelah menjadi PM lagi Mahathir Mohamad terus menyelidiki kasus yang melibatkan Najib Razak dan 1MDB.

    Gugatan sipil yang diajukan oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat menyebutkan penyalahgunaan dana hampir $AUD 6,3 miiliar (Rp 6,3 T). Skandal ini menjadi salah satu penyebab kekalahan Najib Razak dalam pemilu di Malaysia bulan Mei tahun lalu.

    Mahathir Mohamad yang pernah menjadi Perdana Menteri selama 22 tahun sebelum pensiun di tahun 2003, kemudian kembali lagi ke kancah politik dan mengalahkan partai UMNO yang dipimpin Najib. Mahathir sendiri selama berkuasa memimpin ini.

    Di usia 94 tahun, Mahathir dilantik menjadi PM dan langsung melakukan penyelidikan terhadap Najib dan pihak lainya yang dianggap bertangguing jawab atas dana 1MDB. Diperlukan 22 petugas, tiga hari dan enam mesin penghitung uang untuk menghitung sitaan yang diambil dari rumah Najib Razak.



     
    Berita Lainnya :
  • Diancam 100 Tahun Penjara, Bagaimana Nasib Najib Razak ke Depan ?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Meriahnya Kampung Toga dari Mempura
    2 Ikatan Mahasiswa Siak di Jogja Komit Promosikan Budaya Daerah
    3 Pompong Tenggelam di Rohul, 1 Penumpang Tewas
    4 Gubri jadi Tamu Istimewa di MTQ Ke XVII Kecamatan Tualang
    5 292 CJH Pekanbaru Belum Lunasi BPIH Tahap Pertama
    6 Jelang Pemilu Serentak 2019, ASN Harus Netral
    7 Tujuh Kali Raih Predikat WTP, Siak jadi Contoh Bagi SPI-PTN
    8 Wawako Nyoblos Bersama Keluarga
    9 Di Daerah Ini, Merokok Sembarangan Bakal Didenda Rp 5 Juta
    10 Bawaslu Temukan Ribuan Surat Suara Rusak
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved