www.tirastimes.com
Kamis, 20 Juni 2019
 
Fakhrunnas Serahkan Buku Cerpen pada Ms. Tahani
Mahasiswa Palestina Berkisah tentang Kondisi Palestina Terkini di UIR
Minggu, 28-04-2019 - 07:20:38 WIB
Ms. Tahani berceramah dan suasana phblic talk.
TERKAIT:
 
  • Mahasiswa Palestina Berkisah tentang Kondisi Palestina Terkini di UIR
  •  

    PEKANBARU-TIRASTIMES: Seorang mahasiswa asal Palestina, Ms. Tahani Maher Al Awdat  berkisah tentang situasi terkini  negaranya, Palestina di kampus Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru. Tahani tampil dalam acara Public Talk bertema 'Palestine in Current Situation', Jumat siang (26/4) Acara yang dibuka oleh Warek III Ir. H. Rosyadi, MSi tampak dihadiri oleh Kepala Hubungan Internasional
    UIR, Dr. Husnul Kausarian, Ketua UIR Press, Ir. Fakhrunnas MA Jabbar, MIKom dan para dosen, karyawan  serta mahasiswa  lainnya. Acara tersebut dimoderatori oleh Dr. Saproni.

    Kedatangan Tahani Maher Al Awdat di UIR diprakarsai oleh Prof. Dr. Nazirwan, guru besar Biotechnology Engineering
    Islamic International University (IIU) Malaysia  sebagai wujud kerjasama UIR dan IIU Malaysia yang sudah ditandatangani beberapa waktu lalu.

    Ms. Tahani yang kini sedang menjalani kuliah semester kedua program S2 pada Biotechnology Engineering IIU Malaysia mengawali ceramahnya mengenai sejarah awal Tanah Palestina sejak zaman nabi Daud A.S pada tahun 1003 SM. Kemudian dalam perjalanan sejarah yang panjang,  kawasan Palestina menjadi rebutan banyak pihak termasuk bangsa Yahudi, Israel yang terus mencaplok tanah Palestina sebagai bagian negara Yahudi itu.

    ''Akar persoalan konflik antara Palestina dan Israel diawali soal perebutan  tanah dan kehidupan hingga saat ini. Kami bangsa Palestina benar-benar menderita. Setiap hari ada tindak kejahatan, kematian bangsa kami akibat kekejaman bangsa Yahudi. Kehidupan kami begitu menderita dan  memprihatinkan,'' ujar Tahani dengan rasa sedih.

    Dijelaskan, negara Palestina bersama Suriah dan Jordan dipisahkan oleh Sungai Jordan dengan Israel. Palestina yang pada tahun 1946 awalnya mempunyai wilayah yang utuh di kawasan itu. Namun secara bertahap sejak tahun 1947 terus dicaplok oleh Israel hingga tahun 2012 benar-benar dirampas sebagian besar wilayahnya  oleh Israel.
    Lokasi ini sudah  diperebutkan banyak pihak dan kepentingan. Bahkan pernah dianggap sebagai bagian 'Salomon's Temple' dan 'Wall of Waiting.'

    Menurut Tahani, saat ini negara Palestina berada di dua daratan yakni  Tepi Barat (West Bank)  dan Jalur Gaza. Posisi ini dikepung dari segala sisi oleh negara Israel dalam jangka waktu yang panjang.

    ''Rakyat Palestina saat ini banyak yang  menganggur dan mendapat tekanan   ekonomi yang luar biasa,'' ucap gadis cantik berjilbab rapi ini.

    Tahani mengemukakan selama ini dukungan Indonesia terhadap bangsa Palestina sangat membantu dan menyemangati perjuangan rakyat Palestina mencapai kenerdekaannya. Bantuan tersebut berupa  makanan, kesehatan dan  bantuan sosial lainnya.

    ''Sebagai seorang Pslestina terus terang saya merasakan bahwa Indonesia sebagai tanah air kedua saya,'' kata Ms. Tahani lantang.

    Dalam sesi tanya jawab, Tahani Maher Al Awdat menjawab semua pertanyaan secara lancar dan memuaskan para mahasiswa UIR yang bertanya. Pertanyaan yang diajukan terkait perlawanan yang dilakukan bangsa Palestina, kepedulian PBB dan upaya keras Tahani sehingga dapat kuliah di luar negaranya. Di antara para penanya itu merupakan mahasiswa Hubungan Internasional Fisipol dan Hukum Internasional FH UIR. Mereka antara lain Tiara,
    Vanesa,  Rizki, dan lakn-lain.
    Respons PBB..

    Moderator Saproni, dalam menutup acara ini menyimpulkan ada dua
    masalah serius terkait isu bangsa Palestina ini yakni  Indonesia yang secara konstitusional  menolak penjajahan dan mendukung Palestina sebagai satu-satunya negara yang masih dijajah di dunia saat ini.  Negara Palestina memiki peran strategis dalam perkembangan Islam karena adanya Masjidil Aqsa sehingga masalah Palestina tak bisa dilepaskan dari masalah Islam.

    Kegiatan Prof. Nazirwan di Riau

    Sementara keberadaan Prof. Nazirwan, alumni Universitas Riau yang sudah 19 tahun menjadi dosen di IIU Malaysia, diisi dengan berbagai kegiatan selama berada di Pekanbaru. Nazirwan merupakan anak jati Melayu Riau kelahiran Penyalai, Riau.

    Di antara kegiatan tersebut adalah Kuliah Umum di Fakultas Teknik UIR, Bincang-bincang dengan akademisi Universitas Riau dan temu kangen dengan teman-teman lama.

    ''Saya terus memotivasi anak-anak muda di Riau agar melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral. Sebab,  masa depan hanya ditentukan oleh orang-orang berpendidikan,'' ujar Nazirwan disela-sela acara Public Talk UIR.

    Seusai acara, dosen Faperta UIR yang juga seorang sastrawan, Fakhrunnas MA Jabbar sempat menyerahkan buku cerpennya 'Lembayung Pagi, 30 Tahun Kemudian' kepada Prof. Nazirwan dan Ms. Tahani Maher Al Awdat. Kedua penerima buku tersebut menyatakan kegembiraannya menerima buku cerpen.

    ''Saya senang sekali menerima buku ini. Saya akan coba membacanya sambil belajar bahasa Indonesia,'' ucap Tahani saat menerima buku tersebut. (her)








     
    Berita Lainnya :
  • Mahasiswa Palestina Berkisah tentang Kondisi Palestina Terkini di UIR
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Meriahnya Kampung Toga dari Mempura
    2 Ikatan Mahasiswa Siak di Jogja Komit Promosikan Budaya Daerah
    3 Pompong Tenggelam di Rohul, 1 Penumpang Tewas
    4 Gubri jadi Tamu Istimewa di MTQ Ke XVII Kecamatan Tualang
    5 292 CJH Pekanbaru Belum Lunasi BPIH Tahap Pertama
    6 Sudah 147 Usaha di Pekanbaru Urus Izin Restoran dan Rumah Makan Non Muslim
    7 Sekda Siak Sebut Bapekam Mesti Paham Tupoksi
    8 Jelang Pemilu Serentak 2019, ASN Harus Netral
    9 Tujuh Kali Raih Predikat WTP, Siak jadi Contoh Bagi SPI-PTN
    10 Wawako Nyoblos Bersama Keluarga
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved