www.tirastimes.com
Minggu, 18 08 2019
 
Gaji Menteri Palestina Naik 70%, Ini Tanggapan PBB
Senin, 10-06-2019 - 23:00:42 WIB

TERKAIT:
 
  • Gaji Menteri Palestina Naik 70%, Ini Tanggapan PBB
  •  

    PEKANBARU,tirastimes-PBB mencak-mencak. Itu karena Pemerintah Palestina menaikkan gaji para menterinya 70%. Kenaikan ini dilakukan diam-diam dan disetujui Presiden Mahmoud Abbas.

    Kenaikan gaji itu sudah dilakukan dua tahun lalu. Dan ketika itu terungkap, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu mengecam Palestina.

    Berdasarkan dokumen-dokumen yang dibocorkan, gaji bulanan para menteri Palestina pada 2017 meningkat dari US$3.000 (sekitar Rp43 juta) menjadi US$5.000 (sekitar Rp72 juta).

    Duta perdamaian PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov, mengatakan, tindakan itu tidak masuk akal dan membuat marah rakyat, ketika Palestina menghadapi kesulitan ekonomi.

    Mladenov mengatakan, bahwa dia telah bicara dengan Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh, yang berjanji akan mengakhiri praktik itu.

    Menurut Shtayyeh, pihaknya telah memerintahkan digelarnya investigasi. Dan selama penyelidikan berlangsung, para menteri hanya akan menerima setengah dari gaji mereka.

    Saat wawancara dengan New York Times, Shtayyeh sudah memberi peringatan, bahwa keuangan Palestina sedang sulit. Sedang mengalami situasi kolaps. Bisa bangkrut pada bulan Juli atau Agustus mendatang.

    Krisis keuangan ini, katanya, diperparah oleh pemasukan pajak dan bea masuk yang dikumpulkan Israel untuk Palestina.

    Pada Februari lalu, Israel mengumumkan akan membekukan transfer dana ke Pemerintah Palestina sebanyak US$139 juta atau setara dengan Rp1,9 triliun.

    Jumlah tersebut, menurut Israel, setara dengan yang dibayarkan Palestina kepada para keluarga Palestina yang dipenjarakan Israel atau tewas saat serangan.

    Pejabat Israel mengatakan, bahwa pembayaran kepada keluarga Palestina itu sama dengan memberi insentif kepada terorisme.
    Menurut Palestina, pembayaran itu adalah tunjangan kesejahteraan bagi keluarga tahanan dan para martir dilansir dari metropekanbaru. 

    Namun akhirnya Palestina menolak menerima transfer pemasukan pajak dan bea masuk dari Israel. Jumlahnya mencapai setengah dari seluruh anggaran.

    Berbagai kondisi itulah, maka PM Palestina,Mohamamd Shtayyeh menyebut, bahwa Palestina bisa bangkrut pada Juli atau Agustus mendatang.

    Untuk menyiasati kekurangan dana itu, Palestina menegaskan, bahwa di bulan Maret lalu mereka akan mengurangi setengah dari gaji pegawai negeri. Kecuali para pegawai yang berpenghqsilan paling rendah (US$555 atau Rp8 juta per bulan).

    Jumlah pegawai dalam kategori ini mencapai 40% dari seluruh tenaga kerja.

    Seperti diketahui, Shtayyeh adalah ekonom. Dia mulai menjabat pada April lalu.

    Pihaknya sudah memberi penegasan tentang kesulitan keuangan Palestina ini. Dia menyebut, jika itu terjadi, maka para petugas keamanan di Tepi Barat harus dirumahkan. Cuti tanpa menerima gaji. (yuen)



     
    Berita Lainnya :
  • Gaji Menteri Palestina Naik 70%, Ini Tanggapan PBB
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Ikatan Mahasiswa Siak di Jogja Komit Promosikan Budaya Daerah
    2 Meriahnya Kampung Toga dari Mempura
    3 GenRe Educamp 2019 Upaya BKKBN Hadapi Permasalahan Remaja
    4 Pompong Tenggelam di Rohul, 1 Penumpang Tewas
    5 Gubri jadi Tamu Istimewa di MTQ Ke XVII Kecamatan Tualang
    6 292 CJH Pekanbaru Belum Lunasi BPIH Tahap Pertama
    7 Sudah 147 Usaha di Pekanbaru Urus Izin Restoran dan Rumah Makan Non Muslim
    8 Naik Helikopter, Alfedri Pantau Karhutla di Rawang Air Putih dan Tasik Betung
    9 Sekda Siak Sebut Bapekam Mesti Paham Tupoksi
    10 Silat Serunting 12 Pukau Pengunjung Pawai FPN
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved