www.tirastimes.com
Senin, 18 Februari 2019
 
Mengapa Muslim Rohingya Dibantai Militer Myanmar? Ini Akar Persoalannya.
Minggu, 10-09-2017 - 13:59:44 WIB
Muslim Rohingya dan derira anak-anak Rohibgya (Foto: tir)
TERKAIT:
 
  • Mengapa Muslim Rohingya Dibantai Militer Myanmar? Ini Akar Persoalannya.
  •  

    MYANMAR-TIRASTIMES: Serangan ke pos-pos perbatasan di Rakhine pada 25 Agustus lalu telah menewaskan 77 muslim Rohingya dan 12 pasukan keamanan. Lewat keterangan resmi yang dikeluarkan sehari seusai ledakan, Aung San Suu Kyi, kepala pemerintahan de jure Myanmar, mengatakan kelompok pemberontak Rohingya bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

    Seperti diberitakan Tirto.co.id,  kelompok milisi yang dimaksud Suu Kyi ialah Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (Arakan Rohingya Salvation Army/ARSA). Menurut laporan International Crisis Group (ICG), lembaga pemantau konflik berbasis di Brussels, ARSA didirikan pada 2016 oleh eksil Rohingya yang tinggal di Arab Saudi. ARSA dipimpin Ata Ullah alias Abu Ammar Jununi, lelaki Rohingya-Pakistan yang besar di Mekkah. Semula ARSA bernama Harakah al-Yaqin dengan jumlah anggota 20 orang.

    Aksi pertama ARSA dilakukan pada 9 Oktober 2016. Menggandeng ratusan pria Rohingya yang dipersenjatai pisau hingga senapan, ARSA menyerang tiga pos polisi terpisah di Negara Bagian Rakhine dan menewaskan sembilan petugas.

    Tak terima, Tatmadaw (militer Myanmar) lewat Panglima Militer Min Aung Hlaing membalasnya dengan membakar habis wilayah desa di Rakhine selain memperkosa perempuan dan membunuh anak-anak. Berdasarkan citra satelit, Human Rights Watch menyatakan daerah yang dibakar Tatmadaw lima kali lebih besar dibanding tahun 2016. Total korban kedua pihak sampai 28 Agustus mencapai 104 orang.

    Bentrokan antara ARSA dan Tatmadaw menandai eskalasi baru di Rakhine sejak Oktober 2016 ketika peristiwa serupa mendorong operasi militer besar-besaran yang menyebabkan 87.000 muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

    Melalui pernyataan video yang dirilis 18 Agustus, Abu Ammar menjelaskan pendirian ARSA bertujuan merespons kekerasan militer Myanmar terhadap masyarakat muslim Rohingya. Abu Ammar juga menyatakan ARSA bergerak independen tanpa ada hubungan dengan organisasi teroris internasional manapun.

    Milisi ARSA melegitimasi serangan dengan pemberlakuan fatwa. Bagi ARSA, aksi serangan dapat dibenarkan selama dalam rangka memperjuangkan hak sesama muslim. (***)



     
    Berita Lainnya :
  • Mengapa Muslim Rohingya Dibantai Militer Myanmar? Ini Akar Persoalannya.
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Di Daerah Ini, Merokok Sembarangan Bakal Didenda Rp 5 Juta
    2 Malam Tahun Baru, Akan Ada Car Free Night di Pekanbaru
    3 APBD Meranti Tahun 2019 Disahkan Rp1.4 Triliun
    4 Imam Masjid Istiqlal Ungkap Pernikahan Syahrini dan Reino Barack di Jepang
    5 MTQ Tingkat Kecamatan Tampan Digelar 3-4 Maret
    6 Polri Petakan Wilayah Rawan Selama Pilpres dan Pileg 2019
    7 Jokowi Kunjungi Riau 8 Desember?
    8 Buku Puisi Bunatin Karya Dheni Kurnia Dibedah
    9 Tiga Amal Saleh ini Paling Dicintai Allah
    10 Siap-siap, Besok Daerah-daerah Ini Alami Pemadaman Listrik Bergilir
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved