www.tirastimes.com
Minggu, 20 Januari 2019
 
Realisasi Imunisasi MR di Riau Baru 14,87 Persen
Rabu, 12-09-2018 - 15:45:20 WIB

TERKAIT:
 
  • Realisasi Imunisasi MR di Riau Baru 14,87 Persen
  •  

    PEKANBARU,tirastimes - Pelaksanaan imunisasi Measles dan Rubella (MR), untuk wilayah Riau telah dimulai serentak sejak awal Agustus 2018. Namun data Dinas kesehatan menunjukkan pelaksanaan imunisasi bagi anak-anak dan balita itu mendapat banyak penolakan karena warga masih meragukan kehalalan vaksinnya.

    "Bila kita lihat dari laporan 12 kabupaten di Riau, maka pencapaian target vaksin MR masih jauh dari yang diharapkan," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir. Hal itu disampaikan dalam diskusi 'Situasi dan Ancaman Penyakit Campak dan Rubella' di Provinsi Riau, Senin (10/9/18).

    Dalam acara ini Dinas Kesehatan Provinsi Riau bersama UNICEF menghadirkan Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Riau, Prof Nazir Karim, dan sejumlah kaum ibu yang saat hamil terkena campak. Mereka membawa anak-anaknya yang mengalami disabilitas akibat campak.

    Mimi menjelaskan, target pencapaian vaksin MR untuk mencegah virus akut sangat menular untuk anak-anak di Riau sebanyak 1.955.700. Hasilnya pencapaian dari 12 kabupaten dan kota hanya 18,47 persen. Ini menempatkan Riau berada pada posisi dua terendah capaian imunisasi se-Indonesia.

    "Realisasi ini masih jauh dari target. Sementara vaksin MR programnya berakhir pada September 2018 ini," kata Mimi.

    Walaupun demikian pelaksanaan vaksin MR ini tertatih-tatih, kata Mami, namun ada sejumlah kabupaten dan kota di Riau yang pencapaiannya di atas 20 persen. Wilayah itu paling tinggi pencapaian vaksin MR di Kabupaten Kuansing dengan pencapaian 30 persen.

    "Ada lima kabupaten di Riau bisa pencapaian di atas 20 persen. Sedangkan untuk Kab Inhil, kota Pekanbaru masih menunda kegiatan. Untuk kabupaten Meranti dan kota Dumai malah di bawah 10 persen," kata Mimi.

    Mimi mengharapkan, masyarakat untuk memberikan vaksin MR demi kesehatannya. Definisi campak itu adalah penyakit infeksi virus akut sangat menulat yang ditandani dengan 3 stadium. Yaitu stadium inkubasi, prodormal dan erupsi.

    "Penyebabnya virus campak Myxovirus Viridae Measles. Cara penularan percikan ludah dan melalui jalan napas. Komplikasi berat, radang paru, radang otak, diare, radang telinga, dehidrasi dan kematian," kata Mimi.

    Untuk penyakit Rubella, lanjut Mimi, infeksi virus akut, sangat menular yang biasanya berupa penyakit ringan pada anak. Penyebabnya Rubella dengan cara penularan melalui saluran napas pada saat batuk atau bersin.

    "Komplikasi berat bila menular pada ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan. Dapat menyebabkan keguguran atau kecatatan pada bayi yang dilahirkan yang dikenal sebagai sindrom rubella kongenital atau congenital rubella syindrome," kata Mimi. (Yuen)



     
    Berita Lainnya :
  • Realisasi Imunisasi MR di Riau Baru 14,87 Persen
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Di Daerah Ini, Merokok Sembarangan Bakal Didenda Rp 5 Juta
    2 Malam Tahun Baru, Akan Ada Car Free Night di Pekanbaru
    3 APBD Meranti Tahun 2019 Disahkan Rp1.4 Triliun
    4 Jokowi Kunjungi Riau 8 Desember?
    5 Tiga Amal Saleh ini Paling Dicintai Allah
    6 Siap-siap, Besok Daerah-daerah Ini Alami Pemadaman Listrik Bergilir
    7 Harga Bawang Merah di Pekanbaru Meroket
    8 APBD Riau 2019 Disahkan Ro9,185 Triliun
    9 Pembangunan Pasar Sukaramai Sudah 43 Persen
    10 Bos TV Iran Dipecat karena Siarkan Adegan Jackie Chan Sedang Bercinta
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved