www.tirastimes.com
Rabu, 14 November 2018
 
Wakil Ketua PWI Riau Lelang Novel untuk Korban Bencana Sulteng
Sabtu, 03-11-2018 - 19:05:44 WIB

TERKAIT:
 
  • Wakil Ketua PWI Riau Lelang Novel untuk Korban Bencana Sulteng
  •  

    PEKANBARU,tirastimes - Untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami di Palu,  Donggala, Sigi, dan daerah lainnya di Sulawesi Tengah (Sulteng), Wakil Ketua PWI Riau Hary B Kori'un akan melakukan lelang salah satu novelnya, Luka Tanah.

    Acara tersebut akan dilaksanakan di kedai kopi Kopikirapa, di kawasan Sukajadi, Pekanbaru, Sabtu (3/11/2018) malam ini.

    Dalam acara tersebut juga akan dilakukan diskusi bertema "Sastra Riau Hari Ini" dengan pembicara Marhalim Zaini,  sastrawan dan akademisi yang juga Ketua Suku Seni Riau.

    Dijelaskan Hary, dia akan melelang 20 eksemplar buku novel tersebut dengan harga paling bawah Rp100.000. Seluruh hasil lelang tersebut akan langsung didonasikan untuk korban bencana alam di Sulteng tersebut melalui lembaga kemanusiaan di Pekanbaru.

    "Saya hanya punya karya novel. Itulah yang akan saya sumbangkan untuk dilelang. Semoga niat baik ini mendapatkan dukungan masyarakat dengan membeli novel tersebut," jelas Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Riau tersebut.

    Secara teknis acara ini Hary dibantu oleh Eko Faizin, salah seorang aktivis kemanusiaan dan Sekretaris AJI Riau, dan pemilik kedai kopi Kopikirapa,  Zamzami, yang juga salah seorang aktivis lingkungan.

    "Saya berterima kasih kepada Mas Marhalim Zaini, Mas Eko Faizin, dan Bang Zamzami yang bersedia membantu saya dalam acara ini," ujar Hary lagi.

    Ditambahkannya, beberapa komunitas di Pekanbaru seperti Malam Puisi Pekanbaru, Suku Seni Riau,  Paragraf, dan yang lainnya, akan ikut meramaikan acara ini.

    Tentang novel Luka Tanah sendiri, kata wartawan Riau Pos ini, terbit pada tahun 2014 dan beredar di hampir seluruh toko buku Gramedia, Gunung Agung,  dan lainnya di seluruh Indonesia. Novel yang akan dilelang ini merupakan koleksi pribadinya.

    Hary juga menjelaskan, novel ini bercerita tentang Rama Wahyu Prasetya, seorang aktivis kemanusiaan, yang sepanjang hidupnya dihabiskan untuk mencari kebenaran tentang ayahnya yang dituduh berideologi kiri, dan dihabisi oleh sejumlah orang tak dikenal.

    Rama sendiri akhirnya juga jadi buruan intelejen pemerintah karena dianggap memprovokasi warga dalam kerusuhan di beberapa tempat di Jambi, termasuk saat kerusuhan saat gempa bumi di Kerinci.

    Dia kemudian hidup berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya sebagai pegiat kemanusiaan.  Ketika berada di Aceh saat menjadi relawan bencana tsunami tahun 2005, dia ditembak orang tak dikenal ketika akan mengirim bantuan ke Meulaboh.

    "Novel ketujuh saya ini banyak saya dapatkan inspirasinya saat saya berada di lokasi bencana di Kerinci tahun 1995, tsunami Aceh tahun 2004-2005, dan beberapa tempat lainnya," katanya. (Yuen)



     
    Berita Lainnya :
  • Wakil Ketua PWI Riau Lelang Novel untuk Korban Bencana Sulteng
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Dikukuhkan Tak Lama Lagi
    Pengurus ‘Satupena’ Diumumkan, Banyak Tokoh Ternama
    2 Pemko Pekanbaru Usulkan 182 Keluarga Miskin Terima Bantuan Pusat
    3 Bulan Puasa Semua Aktivitas ASN Berjalan Lancar
    4 506 Pegawai Pensiun, Pemprov Riau akan Terima 375 CPNS
    5 Sepuluh Sastrawan ‘Napak Tilas’ Melayu Champa Sepekan di Vietnam
    6 Menguak Motif di Balik Tewasnya Pegawai BNN di Bogor
    7 PT RAPP Gelar Buka Bersama Para Stakeholder.
    PT RAPP Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
    8 Polantas Berikan E-Tilang
    Puluhan Kendaraan Terjaring Razia
    9 Sosok Rektor UIR periode 2017-2021
    Prof. Syafrinaldi, Pribadi Bersahaja yang Mengukir Banyak Prestasi
    10 Kampar Siap Dukung Bupati Siak Membangun Riau Lebih Maju
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved