www.tirastimes.com
Senin, 22 April 2019
 
Warga Meranti Penderita Kanker Ganas Butuh Uluran Tangan
Jumat, 14-09-2018 - 23:42:34 WIB

TERKAIT:
 
  • Warga Meranti Penderita Kanker Ganas Butuh Uluran Tangan
  •  

    SELATPANJANG,tirastimes - Tubuhnya tampak sangat kurus. Gerakan badannya lunglai tak bertenaga. Tak hanya itu, kepalanya pun sudah membotak akibat penyakit yang dideritanya. Itulah kini yang dialami Cendra (40), warga Meranti yang kini menderita kanker ganas di tubuhnya.

    Hingga saat ini, ia harus terus bergelut melawan penyakit ganas itu. Tidak adanya biaya, membuat Cendra harus bersabar sembari terus berusaha menahan rasa kit.

    Meski kondisinya sudah sedemikian rupa, Cendra tetap berusaha menuliskan awal cerita hingga ia divonis menderita kanker ganas atau nasofaring di atas sebuah kertas.

    Ketika ditemui Kamis 13 September 2018, Cendra hanya bisa berbaring di kamar kontrakannya di Jalan Kencana Gang Kapas, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Sang istri Fatmawati (39) tampak setia menemani.

    Di atas secarik kertas, Cendra menuliskan bahwa ‎awal ia mengalami penyakit itu terjadi pada bulan September tahun 2016 lalu. Awalnya, ia merasakan sakit dan panas dalam serta sakit leher. Ketika itu ia menduga apa yang dirasakannya adalah sakit biasa. Karena itu ia hanya meminum obat panas dalam yang dibelinya di warung.

    Namun sejak saat itu, sakit yang dirasakannya tak kunjung hilang. Bahkan kian hari, tenggorokannya terasa semakin sakit.

    "Saat itu berbagai macam obat untuk panas dalam saya minum. Tapi rasa sakit tak kunjung hilang," tuturnya bercerita kepada riau24.

    Pada 17 Agustus 2017, Cendra berusaha memastikan penyakit yang dideritanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang di Jalan Dorak. Alangkah terkejutnya Cendra saat mengetahui ia divonis menderita kanker.

    Tak berfikir panjang, pria yang saat itu bekerja sebagai sales sembako di Selatpanjang ini langsung mengikuti arahan RSUD yang merujuk penanganan penyakitnya ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

    Dengan bekal asuransi BPJS mandiri kelas 3, Cendra pun melanjutkan instruksi dokter agar ia segera dioperasi. "Tulang kecil di leher saya ada yang diambil dalam operasi," ujarnya dengan suara yang dipaksakan melengkapi informasi yang dituliskannya.

    Kemudian dilanjutkan dengan dilakukan kemotrapi. Kemotrapi pertama dilakukan sebanyak 6 kali. Sejak saat itulah, kondisi tubuhnya mulai menyusut. Rambut juga terus berguguran dan membuat kepala menjadi botak.

    Karena rasa sakit terus datang, akhirnya program kemotrapi kedua dilakukan. Namun baru menjalani dua kali, ia sudah menyerah dan tak ingin dikemotrapi lagi.

    "Setiap paket kemotrapi dilakukan enam kali. Belum sempat selesai sebanyak 6 kali dalam paket kemotrapi kedua atau tepatnya baru berjalan dua kali, suami saya sudah menyerah," tambah Fatmawati yang terus mendampinginya.

    Kondisi Cendra saat ini sangat mengkhawatirkan. Ia tak bisa lagi duduk atau berdiri. Ia hanya bisa terbaring saja. Jika rasa sakit datang, tubuh kurusnya akan terasa berdenyut kuat. Bola matanya serasa ditarik-tarik. Saat sedang bercerita dengan suara yang tak jelas dia juga sempat memegang kepala yang juga terasa berdenyut yang tak tertahankan.

    "Untuk meredamkan rasa denyut dikepala, harus dikompres dengan air panas mendidih. Kasihan melihatnya saat menjerit kesakitan. Makanan yang kami bisa berikan hanya makan bubur nasi dicampur sayur yang diblender halus. Jika tidak, tak bisa makan. Kalau sebelum sakit beratnya 72 kg, sekarang tinggal 42 kg," ucap Fatmawati lagi.

    Selain melalui kemotrapi, upaya lain untuk membunuh sel kanker tersebut bisa dilakukan sinar laser. Namun peralatan sinar laser di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru sedang rusak. Mereka disarankan agar bisa melakukan sinar laser di RSUD Kota Medan.

    "Saat dilakukan pengecekan melalui keluarga yang tinggal di Medan, ternyata alat‎ sinar laser itu juga rusak," sebut Fatmawati.

    Kemudian mereka memutuskan untuk kembali ke Selatpanjang. Karena setelah alat di Medan juga rusak, pihak RSUD Arifin Achmad merekomendasikan ke RSCM Jakarta.

    "Walaupun pengobatan kami dijamin BPJS, namun jika harus dirawat di Jakarta kami membutuhkan biaya yang sangat besar. Sebab untuk biaya transportasi, biaya makan dan biaya hidup selama di jakarta nantinya pasti sangat besar," kata Fatmawati lagi.

    Sementara saat ini, untuk membiayai hidup mereka saja, sudah banyak harta benda yang telah terjual. Mulai dari sepeda motor sampai dengan sofa dan perabotan rumah.

    Selain membayar sewa rumah dan kebutuhan hidup, pasangan suami istri ini juga harus membiayai pendidikan tiga orang anaknya. Bahkan untuk meringankan biaya pendidikan, anak tertua mereka dititipkan kepada saudara yang ada di Medan. Sedangkan dua orang lagi ditanggung sendiri di Selatpanjang.

    "Anak yang paling tua sudah SMK dan tinggal di Medan sama kakak. Dua orang lagi masih SD yakni kelas 6 dan kelas 2 SD," tambah Fatmawati.

    Karena suaminya yang sudah menderita sakit tak lagi bekerja lebih kurang 2 tahun, makanya Fatmawati berusaha mencari uang dengan menjahit di rumahnya. Selain itu juga mendapatkan bantuan dari orangtua dan keluarga yang ada di Selatpanjang.

    "Saya menjahit juga tak bisa maksimal. Karena sambil merawat suami saya," terang fatmawati yang tak kuasa meneteskan air matanya jika mengingat kondisi mereka.

    Oleh sebab itu dia sangat mengharapkan adanya uluran tangan dari siapa saja. Mulai dari pemerintah sampai kepada berbagai pihak lainnya. Sebab saat ini berbagai upaya sudah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan usaha mengobati suaminya.

    "Kami berharap ada pihak-pihak yang memberikan bantuan. Sehingga kami bisa mengobati suami kami ke Jakarta. Apalagi sudah sebulan tak mendapatkan penanganan medis, dan kondisinya semakin menurun," harapnya.

    Jika ada donatur dan pihak yang ingin membantu bisa menelfon ke nomor telepon 085365736988/082381183999. Atau bisa langsung mentransfer ke nomor rekening 0293854934 BNI Cabang Selatpanjang atas nama Cendra. (yuen)



     
    Berita Lainnya :
  • Warga Meranti Penderita Kanker Ganas Butuh Uluran Tangan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Ikatan Mahasiswa Siak di Jogja Komit Promosikan Budaya Daerah
    2 Meriahnya Kampung Toga dari Mempura
    3 Gubri jadi Tamu Istimewa di MTQ Ke XVII Kecamatan Tualang
    4 Pompong Tenggelam di Rohul, 1 Penumpang Tewas
    5 292 CJH Pekanbaru Belum Lunasi BPIH Tahap Pertama
    6 Jelang Pemilu Serentak 2019, ASN Harus Netral
    7 Tujuh Kali Raih Predikat WTP, Siak jadi Contoh Bagi SPI-PTN
    8 Wawako Nyoblos Bersama Keluarga
    9 Di Daerah Ini, Merokok Sembarangan Bakal Didenda Rp 5 Juta
    10 Bawaslu Temukan Ribuan Surat Suara Rusak
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved