www.tirastimes.com
Senin, 22 Oktober 2018
 
21.000 Anak di Kampar Telah Divaksin Rubella
Selasa, 07-08-2018 - 21:10:58 WIB

TERKAIT:
 
  • 21.000 Anak di Kampar Telah Divaksin Rubella
  •  

    BANGKINANG,tirastimes - Meski muncul kontroversi di tengah masyarakat, hingga hari ketujuh pelaksanaan pemberian vaksin campak-rubella atau measles rubella (MR), Selasa (7/8/2018), ternyata sebanyak 21.000 orang anak di Kabupaten Kampar telah disuntikkan vaksin tersebut.

    Hal tersebut diakui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar H Nurbit kepada CAKAPLAH di ruang kerjanya, Selasa (7/8/2018).

    Berdasarkan data dari Pusdatin Kementerian Kesehatan, Kabupaten Kampar ditargetkan sebanyak 253.108 orang anak diberikan vaksin MR. Namun total cakupan masih 21.000 orang yang telah diberikan vaksin ini dari laporan yang diterima di 31 Puskemas se-Kabupaten Kampar.

    Ia mengakui, sejak kegiatan ini dimulai pada 1 Agustus 2018 kemarin, jumlah anak yang diberikan vaksin terus menurun, bahkan pada hari ketujuh hari ini hingga pukul 14.00 WIB jumlahnya masih nol. "Hari keenam di Puskesmas Kampar Kiri Hulu hanya sebanyak 34 orang anak divaksin," kata Nurbit.
     
    Pada tanggal 1 Agustus 2018 jumlah anak yang telah divaksin sebanyak 6.680 orang. Kemudian hari kedua 2 Agustus meningkat tajam menjadi 12.286 orang, hari ketiga turun drastis menjadi 1.765 orang anak seiring makin berkembangnya informasi bahwa vaksin ini belum mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

    Hari keempat pada 4 Agustus makin turun lagi yakni hanya 70 orang. Hari kelima sebanyak 250 orang, namun ini merupakan laporan dari Puskesmas Kampar Utara yang  dilaksanakan pada hari ketiga. Sedangkan hari keenam hanya 34 orang di Kampar Kiri Hulu.

    Nurbit menjelaskan, pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar'i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis. Sedangkan pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan dan atau kebolehan vaksin secara syar'i dapat menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan Imunisasi MR. Berdasarkan pertemuan Menkes RI dengan MUI, Fatwa akan dikeluarkan MUI besok, Rabu (8/8/2018).

    Diskes Kampar juga telah menerima surat edaran tentang Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR nomor HK.02.01/MENKES/444/2018 tanggal 6 Agustus 2018 ditujukan kepada para gubernur dan bupati di seluruh Indonesia yang dikirim pada Senin (6/8/2018) siang.

    "Pagi tadi kami sudah menerima surat edaran Menkes berkaitan ini. Jadi prinsipnya Menkes menghormati kesepakatan dengan MUI, khusus yang beragama Islam dipersilakan menunggu Fatwa MUI yang direncanakan tanggal 8 (Agustus) besok," kata mantan Asisten II Setdakab Kampar ini.

    Ia mengaku, Diskes Kampar hanya meneruskan perintah atasan, dalam hal ini Kemenkes. "Kalau terlalu banyak menghimbau takut salah himbau. Surat edaran ini diteruskan untuk dipedomani. Domain program itu kewenangan pemerintah. Di daerah hanya perpanjangan tangan untuk eksekusi," kata Nurbit.

    Dikatakan, ada lima poin yang disampaikan dalam surat edaran Menteri Kesehatan RI yakni, pertama Kemenkes dan jajaran  tetap melaksanakan kampanye pemberian vaksin MR dalam kurun waktu dua bulan mendatang. 

    "Artinya pemberian vaksin ini sangat penting. Petugas tetap akan  menyampaikan kepada masyarakat," terangnya. Petugas mengingatkan dampak akibat penyakit campak dan rubella yang bisa merugikan masa depan bangsa Indonesia.

    Kedua, melakukan pendekatan secara persuasif tentang pentingnya imunisasi MR karena penyakit campak dan rubella berbahaya bahkan bisa berakibat kematian.

    Ketiga, pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar'i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis. "Kalau ada masyarakat yang minta anaknya disuntik ya kami suntik," beber Nurbit.

    Keempat, pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan dan atau kebolehan vaksin secara syar'i dapat menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan Imunisasi MR.

    Kelima, kelima memberikan kesempatan kepada masyarakat yang memilih menunggu penentuan halal atau haramnya vaksin MR.

    Lebih lanjut Nurbit mengatakan, pemberian vaksin MR yang dimulai 1 Agustus kemarin adalah fase kedua. Menurutnya, fase pertama yang dilaksanakan pada Agustus dan September 2017 di enam provinsi di Pulau Jawa aman-aman saja. Sedangkan fase kedua Agustus - September 2018 dilaksanakan di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. (yuen) 



     
    Berita Lainnya :
  • 21.000 Anak di Kampar Telah Divaksin Rubella
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Dikukuhkan Tak Lama Lagi
    Pengurus ‘Satupena’ Diumumkan, Banyak Tokoh Ternama
    2 Pemko Pekanbaru Usulkan 182 Keluarga Miskin Terima Bantuan Pusat
    3 Bulan Puasa Semua Aktivitas ASN Berjalan Lancar
    4 506 Pegawai Pensiun, Pemprov Riau akan Terima 375 CPNS
    5 Sepuluh Sastrawan ‘Napak Tilas’ Melayu Champa Sepekan di Vietnam
    6 Menguak Motif di Balik Tewasnya Pegawai BNN di Bogor
    7 PT RAPP Gelar Buka Bersama Para Stakeholder.
    PT RAPP Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
    8 Polantas Berikan E-Tilang
    Puluhan Kendaraan Terjaring Razia
    9 Sosok Rektor UIR periode 2017-2021
    Prof. Syafrinaldi, Pribadi Bersahaja yang Mengukir Banyak Prestasi
    10 Kampar Siap Dukung Bupati Siak Membangun Riau Lebih Maju
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved