Ikan patin yang selama ini menghidupi petani ikan di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar beberapa pekan terakhir alami kerugian">
www.tirastimes.com
Jum'at, 19 Januari 2018
 
Duuh...Ikan Patin Petani Kampar Banyak yang Mati
Jumat, 12-01-2018 - 22:24:38 WIB

TERKAIT:
 
  • Duuh...Ikan Patin Petani Kampar Banyak yang Mati
  •  

    PEKANBARU, TIRASTIMES: Ikan patin yang selama ini menghidupi petani ikan di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar beberapa pekan terakhir alami kerugian. Pasalnya, banyak dari kolam ikan warga mendadak ikan ditemukan mati dan terapung di kolam.

    Desa yang dijuluki kampung patin tersebut cukup maju apalagi keberadaan centra pengolahan ikan pasca panen yang mampu mengelola ikan patin berbagai jenis produk hilir, diantaranya ikan salai patin, abon patin, ikan asin patin, kerupuk patin dan lain-lain.

    Salah seorang pemerintah desa, Geneper Siddiq kepada wartawan, Kamis (11/1/2018) membenarkan banyaknya ikan di kolam warga yang ditemui dalam keadaan mati dan membusuk. 

    "Setelah masuk musim hujan beberapa pekan ini banyak ikan warga Desa Koto Mesjid yang mati, namun kita tidak dapat pastikan apakah faktor alam atau yang lain," ungkap pria yang akrab disapa Igen.

    Selaku Kaur Pemerintahan di desa ia mengaku belum dapat laporan warga secara keseluruhan terkait banyaknya ikan yang mati sehingga petani ikan mengalami kerugian yang sangat terasa banyak oleh para petani.

    "Usia ikan yang kebanyakan gagal tersebut diantara 3-5 bulan dan itu sudah siap panen untuk disalai, jika rata-rata isi kolam ikan sebanyak 10.000 ekor dan termasuk biaya pakan keseluruhan maka diperkirakan kerugian antara 6 juta hingga 10 juta," jelas Igen.

    "Jika kita melihat ukuran kolam ikan di Desa Koto Mesjid ini yang cukup besar maka petani juga mengisi diantara 15 ribu hingga 25 ribu bibit ikan," bebernya.

    Selaku pemerintahan desa ia berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan kepada petani ikan menghindari kerugian yang begitu besar oleh petani ikan.

    "Jika memang ini faktor cuaca, seharusnya pemerintah atau dinas terkait dapat memberikan solusi untuk mengahadapi musim hujan, agar kejadian seperti ini yang setiap tahunnya kita alami dapat teratasi," imbuh Geneper. (Yuen) 



     
    Berita Lainnya :
  • Duuh...Ikan Patin Petani Kampar Banyak yang Mati
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Dikukuhkan Tak Lama Lagi
    Pengurus ‘Satupena’ Diumumkan, Banyak Tokoh Ternama
    2 Bulan Puasa Semua Aktivitas ASN Berjalan Lancar
    3 Menguak Motif di Balik Tewasnya Pegawai BNN di Bogor
    4 Kampar Siap Dukung Bupati Siak Membangun Riau Lebih Maju
    5 PT RAPP Gelar Buka Bersama Para Stakeholder.
    PT RAPP Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
    6 Sepuluh Sastrawan ‘Napak Tilas’ Melayu Champa Sepekan di Vietnam
    7 Polantas Berikan E-Tilang
    Puluhan Kendaraan Terjaring Razia
    8 Mengapa Muslim Rohingya Dibantai Militer Myanmar? Ini Akar Persoalannya.
    9 Sosok Rektor UIR periode 2017-2021
    Prof. Syafrinaldi, Pribadi Bersahaja yang Mengukir Banyak Prestasi
    10 In Memorium Wartawan Senior, H. Mulyadi:
    Dia Pergi dengan Semangat Jurnalistik Tak Pernah Padam
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved