www.tirastimes.com
Senin, 22 Oktober 2018
 
BPS: September, Nilai Tukar Petani Riau Naik 1,63 Persen
Kamis, 04-10-2018 - 13:55:13 WIB

TERKAIT:
 
  • BPS: September, Nilai Tukar Petani Riau Naik 1,63 Persen
  •  

    PEKANBARU,tirastimes - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, pada bulan September 2018, Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 96,13 atau naik sebesar 1,63 persen dibanding NTP Agustus 2018 sebesar 94,58.

    Kepala BPS Riau Aden Gultom mengatakan kenaikan NTP ini disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani sebesar 1,08 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 0,54 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

    "NTP September 2018 sebesar 96,13 dapat diartikan bahwa petani secara umum masih mengalami defisit," ujar Aden.

    Ia mengatakan defisit ini terutama terjadi pada petani subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR =92,49), subsektor hortikultura (NTPH=97,90) dan subsektor peternakan (NTPT= 98,99).

    "Sementara itu, subsektor yang mengalami surplus antara lain subsektor perikanan (NTNP=115,37) dan subsektor tanaman pangan (NTPP=101,33)," ucapnya.

    Kenaikan NTP di Provinsi Riau pada bulan September 2018 terjadi pada 4 dari 5 subsektor penyusun NTP, yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami kenaikan NTP sebesar 2,89 persen, subsektor tanaman pangan mengalami kenaikan NTP sebesar 0,84 persen, subsektor perikanan mengalami kenaikan NTP sebesar 0,40 persen dan subsektor hortikultura mengalami kenaikan NTP sebesar 0,25 persen.

    "Sementara itu, subsektor peternakan adalah satu-satunya subsektor yang mengalami penurunan NTP yaitu sebesar 1,09 persen," cakapnya.

    Lanjut Aden, pada September 2018, 8 dari 10 Provinsi di Pulau Sumatera mengalami kenaikan NTP.

    "Jika dibandingkan dengan provinsi yang lain di pulau Sumatera, NTP Provinsi Riau menduduki peringkat ke-5, di bawah Provinsi Lampung, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat," pungkasnya.

    NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat kemampuan daya beli petani di daerah perdesaan, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga petani.

    Semakin tinggi NTP dapat diartikan kemampuan daya beli atau daya tukar petani relatif lebih baik dan tingkat kehidupan petani juga lebih baik. (yuen)



     
    Berita Lainnya :
  • BPS: September, Nilai Tukar Petani Riau Naik 1,63 Persen
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Dikukuhkan Tak Lama Lagi
    Pengurus ‘Satupena’ Diumumkan, Banyak Tokoh Ternama
    2 Pemko Pekanbaru Usulkan 182 Keluarga Miskin Terima Bantuan Pusat
    3 Bulan Puasa Semua Aktivitas ASN Berjalan Lancar
    4 506 Pegawai Pensiun, Pemprov Riau akan Terima 375 CPNS
    5 Sepuluh Sastrawan ‘Napak Tilas’ Melayu Champa Sepekan di Vietnam
    6 Menguak Motif di Balik Tewasnya Pegawai BNN di Bogor
    7 PT RAPP Gelar Buka Bersama Para Stakeholder.
    PT RAPP Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
    8 Polantas Berikan E-Tilang
    Puluhan Kendaraan Terjaring Razia
    9 Sosok Rektor UIR periode 2017-2021
    Prof. Syafrinaldi, Pribadi Bersahaja yang Mengukir Banyak Prestasi
    10 Kampar Siap Dukung Bupati Siak Membangun Riau Lebih Maju
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved