www.tirastimes.com
Rabu, 13 Desember 2017
 
Think Big, Start Small, Act Now! Mimpi Besar Astra Dimulai dari Langkah Kecil
Kamis, 02-11-2017 - 10:12:30 WIB
Foreman, Muklis, mengecek pekerjaan para mekanik dan helper
TERKAIT:
 
  • Think Big, Start Small, Act Now! Mimpi Besar Astra Dimulai dari Langkah Kecil
  •  

    Oleh: Fitriana Setyaningrum

    MEDAN- TIRASTIMES.COM: Think Big, Start Small, Act Now! itulah kata-kata yang tepat menggambarkan upaya Astra untuk berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat. Melalui Auto2000learning centre, Astra berusaha membantu siswa-siswa SMK memperoleh kesempatan praktek kerja langsung (PKL) di bengkel-bengkel Astra.

    Mimpi besar Astra yakni bisa berkontribusi terhadap kemajuan hidup masyarakat. Langkah kecilnya dimulai dari meningkatkan keterampilan siswa-siswa PKL. Program PKL inilah yang dimanfaatkan berbagai sekolah di Sumatera Utara, khususnya di Medan. Lewat PKL yang berkisar 3 bulan ini, para siswa ditempah untuk menjadi tenaga terampil siap pakai. Tentu tidak mudah bagi Astra untuk menempah siswa-siswa SMK dari berbagai latar belakang. Maka, Astra menyaring dan memilih anak yang dinilai serius untuk belajar.

    Ridho, Kepala Bengkel di auto2000 Pancing Medan, mengemukakan pihaknya hanya menerima dua murid dari tiap sekolah dari kira-kira lima sekolah per tiga bulan. Alasannya, agar semua sekolah bisa memperoleh kesempatan yang sama. Selain itu, supaya para siswa PKL juga bisa berbaur dengan siswa dari sekolah lain. Dengan demikian, siswa-siswa tersebut juga memperoleh keterampilan komunikasi dan siap menghadapi orang dari berbagai latar belakang.

    “Semakin heterogen semakin bagus. Astra berharap para siswa PKL bisa berbaur dengan anak-anak dari sekolah lainnya. Dengan berada di lingkungan dimana banyak orang dari berbagai latar belakang itu bisa menempah siswa PKL terampil berkomunikasi” jelas Ridho.

    Ia mengatakan, para siswa PKL tidak hanya dibekali keterampilan (skill), mereka juga dibekali knowledge dan attitude. Dengan menempatkan setiap anak PKL ke 5 pos secara bergilir, masing-masing siswa diharapkan menguasai banyak hal sekaligus dalam kurun waktu tiga bulan. Kelima pos tersebut di antara lain: post ekspress maintenance, post general repair, post tools, post perbantukan di mobil baru, dan post washing.

    “Jadi, Astra gak hanya berbagi ilmu secara technical tapi juga pemeliharaan. Bagian cuci-mencuci juga penting demi perawatan mobil” terang Ridho.

    Ia mengatakan, setiap anak yang magang akan menjadi helper mekanik. Mereka bekerjasama dengan para mekanik, melihat apa yang akan bakal dilakukan para mekanik. Kebanyakan mekanik di Astra tadinya juga para siswa eks PKL. Jadi, besar potensi bagi setiap anak PKL untuk bisa bekerja di Astra. Hal ini dikarenakan Astra telah memantau rekam jejak siswa PKL.

    Mekanik mengajarkan helper tentang mesin mobil

    Astra menekankan pentingnya PKL ini dijalankan dengan baik, tidak abal-abalan. Astra berharap dapat memberikan bekal keterampilan pada anak didik sesuai program keahliannya, mampu menginternalisasi nilai-nilai displin dan tanggung jawab pekerjaan serta menambah etos kerja, meningkatkan rasa mandiri dan percaya diri secara umum, pengorganisasian diri yang baik, yang merupakan dasar untuk menjadi pekerja yang berhasil.

    Membangun Sifat-Sifat Baik

    Melalui PKL ini, Astra juga berharap dapat membentuk karakter siswa PKL misalnya etika kerja, bertanya di saat yang tepat, berusaha selalu menghargai atasan, berusaha tanggap, dan sifat lainnya. Tidak hanya kepada siswa PKL, Astra juga memberikan masukan buat sekolah-sekolah agar bisa memerhatikan hal-hal yang perlu ditingkatkan untuk diajarkan kepada siswa sebelum mereka terjun PKL.

    “Kami (Astra) biasanya kasih masukan kepada sekolah-sekolah agar apa yang diajarkan di sekolah sesuai dengan kebutuhan di lapangan kerja. Kalau diibaratkan, Astra itu industri jasa sedangkan sekolah itu industri manusia. Nah, yang menerima ‘produk’ mereka itu kami. Jadi, kami berusaha tunjukkan apa-apa saja yang perlu diperbaiki, sama seperti kami perlu memperoleh masukan dari para pelanggan” jelas Ridho.

    Tantangan Mendidik Siswa

    Muklis, Foreman di Auto2000 Pancing menjelaskan, ada beberapa tantangan dalam mendidik siswa PKL. Apalagi, makin tahun siswa-siswa PKL makin sulit diarahkan dan cenderung kurang mendalami pelajaran mereka. Maka, Astra menyaring orang yang benar-benar mau dididik. Bila terdapat anak-anak yang malas dan suka bolos Astra menindak tegas, katanya.

    Di lokasi bengkel Auto2000 Pancing, terdapat kira-kira delapan siswa PKL yang sedang membantu mekanik membongkar mesin, memeriksa kerusakan kendaraan. Pekerjaan fisik ini jelas terlihat menempah mereka belajar bersabar, belajar mengatasi masalah mulai dari hal-hal kecil seperti menguasai bagian-bagian kecil dari mobil, kunci-kunci, dan sebagainya.

    Bambang, salah satu siswa PKL dari SMK Negeri Satu Medan mengatakan, ia senang bisa berkesempatan PKL di Auto2000 Pancing. Ia senang bisa bekerjasama dengan para tenaga terampil seperti mekanik dan foreman memperbaiki mobil. Sekalipun banyak orang memandang pekerjaan memperbaiki mobil membosankan, kotor, dan tidak menyenangkan, ia terlihat semangat bekerja.

    Penyelarasan ke Dunia Kerja

    Astra berharap dengan memberikan kesempatan PKL ini menjadi wadah penyelarasan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Dengan demikian, sekolah dapat berfokus untuk mengajarkan hal yang benar-benar penting yang akan dihadapi para siswa nantinya di dunia kerja. Sebab, para murid kerap mengeluh tidak ada hubungan antara apa yang mereka pelajari dengan dunia nyata. Demikian juga dengan Astra sering mendapati para siswa bingung saat ditanyakan hal-hal sederhana terkait jurusan yang mereka ambil.

    Dengan adanya PKL ini, pola pendidikan di Indonesia akan menghasilkan siswa yang siap menghadapi tantangan dunia nyata sekaligus beradaptasi langsung dengan dunia kerja.
    Mengingat komposisi jumlah sekolah menengah umum SMK ke depannya akan lebih besar dibandingkan SMA, kehadiran Astra guna menyerap siswa SMK dan mencetak tenaga terampil sangat dibutuhkan.

    Apalagi Indonesia bakal memasuki bonus demografi dalam waktu dekat. Maka, akan semakin besar angka tenaga siap latih atau siap bekerja. Astra perlu mengeluarkan langkah-langkah solutif guna mengantisipasi lonjakan jumlah siswa SMK yang membutuhkan tempat magang. Indonesia patut bersyukur atas kehadiran Astra dan upayanya dalam memajukan kehidupan bangsa. Sebab, PKL hanyalah salah satu dari sekian banyak langkah kecil yang dilakukan Astra guna memajukan kehidupan masyarakat. Maka tepat kata-kata, Think Big, Start Small, Act Now! Astra lakukan itu!



     
    Berita Lainnya :
  • Think Big, Start Small, Act Now! Mimpi Besar Astra Dimulai dari Langkah Kecil
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bulan Puasa Semua Aktivitas ASN Berjalan Lancar
    2 Dikukuhkan Tak Lama Lagi
    Pengurus ‘Satupena’ Diumumkan, Banyak Tokoh Ternama
    3 Kampar Siap Dukung Bupati Siak Membangun Riau Lebih Maju
    4 Menguak Motif di Balik Tewasnya Pegawai BNN di Bogor
    5 PT RAPP Gelar Buka Bersama Para Stakeholder.
    PT RAPP Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
    6 Polantas Berikan E-Tilang
    Puluhan Kendaraan Terjaring Razia
    7 Mengapa Muslim Rohingya Dibantai Militer Myanmar? Ini Akar Persoalannya.
    8 Sepuluh Sastrawan ‘Napak Tilas’ Melayu Champa Sepekan di Vietnam
    9 Sosok Rektor UIR periode 2017-2021
    Prof. Syafrinaldi, Pribadi Bersahaja yang Mengukir Banyak Prestasi
    10 In Memorium Wartawan Senior, H. Mulyadi:
    Dia Pergi dengan Semangat Jurnalistik Tak Pernah Padam
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved