www.tirastimes.com
Senin, 22 April 2019
 
Polda Riau Telah Jerat 26 Tersangka Karhutla
Kamis, 13-09-2018 - 20:08:53 WIB

TERKAIT:
 
  • Polda Riau Telah Jerat 26 Tersangka Karhutla
  •  

    PEKANBARU,tirastimes - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau telah menjerat 26 orang tersangka  dugaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Para tersangka adalah perorangan.


    Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan, 26 tersangka itu berasal dari 21 kasus yang ditangani Polda Riau dan jajaran selama tahun 2018. Perkara ini ditangani hampir seluruh Polres di Riau.


     "Sampai saat ini, sudah 26  tersangka (Karhutla). Belum ada korporasi," ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Rabu (12/9).


    Polres paling banyak menangani perkara karhutla adalah Polres Rohil dan Dumai, yakni masing-masing 6 kasus. Disusul Polres Pelalawan, Bengkalis dan Rohul, masing-masing 2 kasus.


    Selanjutnya, Polres Inhil, Siak, Kampar masing-masing 1 kasus. "Sementara, Polres Inhu, Meranti, Kuansing, Pekanbaru dan Ditresmrimsus Polda nihil penanganan kasus karhutla," kata Sunarto.


    Dari 26 tersangka yang ditetapkan, 12 di antaranya sudah diserahkan ke kejaksaan atau tahap II. Yakni di Dumai dan Rohil masing-masing tiga orang, Bengkalis dua orang, Inhil, Pelalawan, Rohul dan Kampar, masing-masing satu orang tersangka yang sudah tahap II.


    Kasus ini kata Sunarto, ada yang dalam proses penyidikan, dan ada pula tersangka dan barang buktinya (tahap II) ke kejaksaan. Untuk penyidikan, ada 11 kasus. Yakni, lima kasus di Rohil, tiga di Dumai, dan masing-masing satu kasus di Siak, Pelalawan, dan Rohul.


    Kemudian lanjut Sunarto, yang sudah proses tahap II ada 10 kasus. Yakni tiga kasus di Dumai, dua di Bengkalis, dan satu kasus masing-masing di Inhil, Pelalawan, Rohul, Kampar, dan Rohil. "Total luas lahan terbakar yang diproses hukum ini, ada 120 hektare," ujar Sunarto.


    Dia mengimbau, baik itu masyarakat maupun koorporasi, untuk tidak membakar lahan. Pihaknya tidak akan segan-segan menindak para pelaku pembakar lahan. "Kita tindak tegas, sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.


    Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, sejak Januari hingga akhir Agustus 2018, sudah ada 4.823,46 hektare lahan yang terbakar. Paling luas terbakar masih berada di Rokan Hilir. Di Rokan Hilir sudah ada 1.905,35 hektare lahan yang terbakar.


    Menyusul setelah itu Kepulauan Meranti dengan luasan terkabar 943,31 hektare. Di posisi ketiga, ada Bengkalis dengan luas lahan terbakar 561,95 hektare. Selanjutnya Dumai 512,25 hektare, Inhu 291 hektare, Siak 155,75  hektare, Pelalawan 134 hektare, Kampar 129,25 hektare, Rohul 95,5 hektare, Pekanbaru 52,6 hektare, dan Inhil 45,5 hektare. Sedangkan Kuansing nihil.


    "Kita terus melakukan antisipasi dan upaya pemadaman jika kebakaran lahan di Riau. Untuk pemadaman, ada satgas udara dan satgas darat yang siap turun tangan," kata Edwar Sanger.


    Edwar mengakui, potensi terjadinya karhutla di Riau, masih tinggi. Terutama di wilayah pesisir Riau, yang pada umumnya kawasan gambut. Ditambah lagi, saat ini curah hujan masih rendah. Riau juga masih berada di musim kemarau. (yuen)




     
    Berita Lainnya :
  • Polda Riau Telah Jerat 26 Tersangka Karhutla
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Ikatan Mahasiswa Siak di Jogja Komit Promosikan Budaya Daerah
    2 Meriahnya Kampung Toga dari Mempura
    3 Gubri jadi Tamu Istimewa di MTQ Ke XVII Kecamatan Tualang
    4 Pompong Tenggelam di Rohul, 1 Penumpang Tewas
    5 292 CJH Pekanbaru Belum Lunasi BPIH Tahap Pertama
    6 Jelang Pemilu Serentak 2019, ASN Harus Netral
    7 Tujuh Kali Raih Predikat WTP, Siak jadi Contoh Bagi SPI-PTN
    8 Wawako Nyoblos Bersama Keluarga
    9 Di Daerah Ini, Merokok Sembarangan Bakal Didenda Rp 5 Juta
    10 Bawaslu Temukan Ribuan Surat Suara Rusak
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved