www.tirastimes.com
Rabu, 13 Desember 2017
 
Menguak Motif di Balik Tewasnya Pegawai BNN di Bogor
Selasa, 05-09-2017 - 23:44:31 WIB
Kakak terduga pembunuhan, Siti Nuraeni di depan pers (Foto: Kps)
TERKAIT:
 
  • Menguak Motif di Balik Tewasnya Pegawai BNN di Bogor
  •  

    BOGOR-TIRASTIMES: Petugas gabungan dari kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menangkap terduga pembunuh Indria Kameswari (38), seorang pegawai BNN, yang terjadi di Lido, Bogor, Jawa Barat.

    Terduga pelaku berinisial AM ditangkap di Kepulauan Riau pada Minggu (3/9/2017) malam. AM diketahui merupakan suami korban yang sempat menghilang usai jasad Indria ditemukan tewas oleh warga sekitar di rumah kontrakannya, di Perumahan River Valley, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

    Meski begitu, Kepolisian Resor Bogor belum mau merilis motif di balik terduga pelaku melakukan tindak kejahatan sampai menghilangkan nyawa orang. Namun, sejumlah fakta perlahan-lahan mulai terkuak atas peristiwa tersebut.

    Baca: Cerita Keluarga Terduga Pembunuh Pegawai Diklat BNN Lido...

    Dari penuturan kakak terduga pelaku, Siti Nuraeni (43) yang ditemui di Mapolres Bogor, Senin (4/9/2017), kondisi pernikahan keduanya kerap diwarnai pertengkaran. Siti menyebut persoalan materi menjadi penyebab pertengkaran selama lima tahun menikah.

    Siti menuturkan, Indria selalu menuntut uang lebih, rumah, dan mobil mewah. Dia juga sering memukul dan berkata kasar jika kemauannya itu tidak dituruti.

    Baca: Keluarga Sebut Pegawai BNN yang Tewas Sempat Ancam Bunuh Pelaku

    "Mereka sudah menikah selama lima tahun. Sering berantem. Yang diributin itu masalah materi. Dia selalu nuntut lebih," ucap Siti.

    Siti mengatakan, awalnya pihak keluarga tidak percaya dengan hal itu. Namun, setelah melihat sejumlah bukti rekaman video yang berisi umpatan-umpatan kasar, pihak keluarga akhirnya percaya.

    "Dia pernah bilang, 'awas kalau macem-macem, di belakang gue banyak polisi'. Saya juga pernah ngomong, tolong perlakukan adik saya (terduga pelaku) secara manusiawi," kata Siti.

    Diancam dibunuh

    Siti menilai, Indria memiliki sifat yang temperamental. Dia mengaku memiliki sejumlah bukti rekaman video yang menunjukkan kekasaran Indria kepada adiknya (suami korban), serta bukti hasil visum pemukulan.

    Baca: Keluarga Sebut Pegawai BNN yang Tewas Suka Bersikap Kasar kepada Suami

    Menurut dia, AM sering diancam oleh Indria akan diceraikan jika tidak memberikan rumah dan mobil mewah. Ia juga diancam akan dibunuh saat terjadi pertengkaran.

    "Saya punya senjata, kalau kamu berani macam-macam saya akan bunuh," kata Siti menirukan ucapan iparnya itu.

    Siti  juga menyebut Indria pernah mengungkapkan bahwa banyak pejabat BNN dan kepolisian yang menyukainya.

    Baca: Pria Terduga Pembunuh Pegawai BNN Disebut-sebut Alami Stres

    "Bu Indria selalu minta cerai kalau kemauannya tidak dituruti. Dia sering bilang dengan kata-kata banyak pejabat yang suka padanya," kata dia.

    Ia pun mengaku kaget setelah mendapat kabar soal pembunuhan itu. Padahal, kata dia, semalam sebelum peristiwa itu terjadi, AM sempat datang ke rumah di Jakarta untuk mengambil sertifikat rumah.

    "Saya kaget dapat kabar ibu Indria dibunuh sama adik saya. Waktu malam takbiran sempat ke rumah di Jakarta ngambil surat sertifikat rumah. Tapi enggak tau buat apa," ujar Siti. (Kps)





     
    Berita Lainnya :
  • Menguak Motif di Balik Tewasnya Pegawai BNN di Bogor
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bulan Puasa Semua Aktivitas ASN Berjalan Lancar
    2 Dikukuhkan Tak Lama Lagi
    Pengurus ‘Satupena’ Diumumkan, Banyak Tokoh Ternama
    3 Kampar Siap Dukung Bupati Siak Membangun Riau Lebih Maju
    4 Menguak Motif di Balik Tewasnya Pegawai BNN di Bogor
    5 PT RAPP Gelar Buka Bersama Para Stakeholder.
    PT RAPP Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
    6 Polantas Berikan E-Tilang
    Puluhan Kendaraan Terjaring Razia
    7 Mengapa Muslim Rohingya Dibantai Militer Myanmar? Ini Akar Persoalannya.
    8 Sepuluh Sastrawan ‘Napak Tilas’ Melayu Champa Sepekan di Vietnam
    9 Sosok Rektor UIR periode 2017-2021
    Prof. Syafrinaldi, Pribadi Bersahaja yang Mengukir Banyak Prestasi
    10 In Memorium Wartawan Senior, H. Mulyadi:
    Dia Pergi dengan Semangat Jurnalistik Tak Pernah Padam
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved