www.tirastimes.com
Rabu, 13 Desember 2017
 
Sosok Rektor UIR periode 2017-2021
Prof. Syafrinaldi, Pribadi Bersahaja yang Mengukir Banyak Prestasi
Jumat, 07-07-2017 - 15:32:52 WIB
Prof. Syarinaldi dan keluarga (Foto: Ist)
TERKAIT:
 
 

KESAN pendiam dan tenang terpancar jelas pada lelaki itu. Bicara
seperlunya. Namun bila diajak berbincang-bincang, berbagai pemikiran
mengalir begitu lancar. Itulah kesan pertama saat berhadapan dengan
Prof. Dr. H. Syafrinaldi, SH, MCL
, Rektor Universitas Islam Riau (UIR) yang baru. Bila tak ada aral melintang, Syafrinaldi yang bertugas untuk periode 2017-2021 ini dilantik Sabtu pagi (8/7) di kampus UIR, Pekanbaru.


Syafrinaldi dilahirkan di Pekanbaru, 28 November 1963. Buah pernikahannya dengan Hj. Yusnidar, mereka  dianugerahi sejumlah dua anak. Anak pertama, Rani Fadhila Syafrinaldi kini kuliah  International Undergraduate Program Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada dan anak kedua,  M. Rafi Syafrinaldi masih duduk di kelas X SMA Negeri 1 Pekanbaru.

Syafrinaldi menghabiskan masa-masa pendidikan  bidang hukum terutama di jenjang S2 dan S3 di luar negeri. Gelar doctor bidang kekayaan intelektual didapatkannya di Universitaet der Bundeswehr Muenchen, Jerman  dan pendidikan S2 bidang Hukum Laut Internasional dari Faculty of Law, Delhi University, India. Sedangkan S1 ditamatkannya di Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang.

Syafrinaldi sesuai dengan bidang keilmuan yang didalaminya merupakan salah satu ahli hukum tentang hak kekayaan intelektual (HAKI) di Indonesia. Oleh sebab itu, puluhan penelitian yang dilakukaan baik sebelum atau sesudah mengabdi sebagai dosen Fakultas Hukum UIR lebih fokus ke bidang HAKI atau hak paten tersebut.

Dia pernah pula meneliti tentang perbandingan HAKI di Indonesia dan Jermen berdasarkan pengamatan dan pengalamannya yang cukup intens. Sebab, Syafrinaldi sempat bermukim di kota Munchen selama beberapa tahun. Bahkan, setelah lama meninggalkan bangku doktor di negara Jerman itu, Syafrinaldi masih menyempatkan diri untuk berkunjung kembali untuk menyampaikan makalah pada sejumlah seminar.

Bergabung sebagai dosen FH UIR dimulainya tahun 1988. UIR pula yang memberikan kesempatan padanya untuk melanjutkan pendidikan di jenjang pascasarjana hingga menamatkannya dengan prestasi yang baik. Berbagai jabatan di kampus ini pernah ditekuninya dimulai sebagai Ketua Jurusan Hukum Tata Negara, Pembantu Dekan dan terakhir dipercayakan untuk dua periode sebagai Dekan FH UIR.

“Waktu pemilihan dekan periode kedua, semua anggota senat fakultas  secara aklamasi memilih Prof. Syafrinaldi. Itu berarti semua pihak mengakui kepemimpinan dan prestasi yang diukir pada periode sebelumnya,” komentar Dr. Syafriadi, M.H, salah satu dosen di fakultas yang sama kepada Tiraskita.com.

Sementara Dr. Husnu Abadi, MH, dosen yang lain menilai kepemimpinan Syafrinaldi benar-benar mengayomi semua pihak berdasarkan prestasi yang diraih. “Prof. Syafrinaldi sangat memperhatikan para staf sehingga tak segan-segan memberikan insentif bagi dosen yang berprestasi termasuk mereka yang diundang pihak luar dalam seminar atau tulisannya yang dipblikasi di media massa,” kata Husnu yang meraih doctor di U niversitas Utara Malaysia (UUM) ini.

Selama kepemimpinannya sebagai Dekan FH UIR, berbagai prestasi dan kemajuan fakultas diraihnya bersama tim. Salah satu yang dipandang monumental adalah Akreditasi A bagi fakultas tersebut sehingga menjadikan fakutas ini menjadi kian terpandang di tanah air.

Kepiawaian Syafrinaldi di bidang hukum itu menjadikannya sering diminta sebagai pembicara, saksi ahli dalam proses peradilan dan konsultan bagi kalangan birokrat dan lembaga legislatif. Begitu pula, dirinya dipercaya sebagai konsultan dan ahli hukum pada sejumlah badan usaha di antara BUMD PT Bumi Siak Pusako (BSP) Siak Srtiindrapura.

Salah satu hal mengejutkan ketika Syafrinaldi ikut dalam proses seleksi Calon Hakim Agung dari Provinsi Riau yang bersaing dengan banyak tokoh ternama di bidang hukum di tanah air. Hebatnya, dia mengikuti proses seleksi itu sampai tahap akhir mengikuti fit and proper test di DPR RI. Hebatnya lagi, Syafrinaldi sempat meraih  peringkat I dari calon hakim agung non-karier.

“Kegagalan saya hanya pada networking saja. Sebab, tampaknya mereka yang terpilih memang selain mempunyai reputasi bagus tapi juga cukup dikenal secara nasional. Kalau dalam soal kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan, terus terang kita taka da bedanya. Meskipun kita berada di daerah seperti Riau ini,” ucap Syafrinaldi ketika itu.

Selama karir dosen yang ditekuninya, Syafrinaldi termasuk salah seorang penulis yang banyak melahirkan banyak buku terutama buku-buku ilmiah di bidang hukum. Tak kurang dari 15 judul buku yang diterbitkannya. Tak mengherankan bila Syafrinaldi kini dipercaya sebagai anggota Dewan Pakar pada Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) yang diketuai oleh Dr. Nasir Tamara.

Nama Syafrinaldi sederetan dengan nama-nama penulis Indonesia yang cukup dikenal di antara Todung Mulya Lubis, Albertene Endah, Dewi Dee Lestari, dan sebagainya. “Melalui Satupena ini memotivasi saya untuk terus menulis dan menerbitkan buku. Sebab saya bisa bertemu dan berkomunikasi dengan puluhan penulis berbagai genre di organisasi Satupena ini,” kata Syafrinaldi. (FMJ)





 
Berita Lainnya :
  • Prof. Syafrinaldi, Pribadi Bersahaja yang Mengukir Banyak Prestasi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bulan Puasa Semua Aktivitas ASN Berjalan Lancar
    2 Dikukuhkan Tak Lama Lagi
    Pengurus ‘Satupena’ Diumumkan, Banyak Tokoh Ternama
    3 Kampar Siap Dukung Bupati Siak Membangun Riau Lebih Maju
    4 Menguak Motif di Balik Tewasnya Pegawai BNN di Bogor
    5 PT RAPP Gelar Buka Bersama Para Stakeholder.
    PT RAPP Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
    6 Polantas Berikan E-Tilang
    Puluhan Kendaraan Terjaring Razia
    7 Mengapa Muslim Rohingya Dibantai Militer Myanmar? Ini Akar Persoalannya.
    8 Sepuluh Sastrawan ‘Napak Tilas’ Melayu Champa Sepekan di Vietnam
    9 Sosok Rektor UIR periode 2017-2021
    Prof. Syafrinaldi, Pribadi Bersahaja yang Mengukir Banyak Prestasi
    10 In Memorium Wartawan Senior, H. Mulyadi:
    Dia Pergi dengan Semangat Jurnalistik Tak Pernah Padam
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved