www.tirastimes.com
Rabu, 13 Desember 2017
 
Lahan 54 Hektatr Kini Jadi Milik Darmawi dan Goffar
Disaksikan Lawyer Suhendro dan Chandra PN Pekanbaru Sita Lahan 54 Hektare
Senin, 04-12-2017 - 20:44:17 WIB
Syasana sira lahan 54 hektare (Foto: Ist)
TERKAIT:
 
  • Disaksikan Lawyer Suhendro dan Chandra PN Pekanbaru Sita Lahan 54 Hektare
  •  

    PEKANBARU-TIRASTIMES: Juru sita PN Pekanbaru disaksikan lawyer penggugat, Dr. Suhendro dan lawyer tergugat akhirnya menyita  lahan seluas 56 hektare (ha) yang berlokasi di RT 04 RW 02 Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru., Senin (5/12).

    Denfan demikian, akhirnya diputuskan lahan yang pernah dipersengketakan jatuh ke tangan Darmawi sebagai penggugat 1 dan Abdul Goffar alias A Gaffar Mas selaku penggugat 2. Keputusan itu berdasarkan surat PN Pekanbaru No.81/pen.pdt/sita.Eks-pts/2017/PN.PBR Jo.No.162/pdt.G/2014/PN.PBR Jo.No.177/pdt/2015/PT.PBR Jo.No.1928 K/pdt/2016 tertanggal 04 Desember 2017.

    "Kami dari Tim Juru Sita PN Pekanbaru pada hari ini  telah melaksanakan letak sita dengan objek lahan seluas 56 hektare di RT 04 RW 02 Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Maka letak sita mulai berlaku hari ini,''  kata  Ketua PN Pekanbaru, Drs Arifin SH MHum melalui Tim Juru Sita PN Pekanbaru, Hendri Ruspiyanto saat membacakan berita acara pelaksanaan letak sita terhadap lahan seluas 56 ha yang berlokasi di Jalan Tujuh Puluh dekat kawasan PLTU Tenayan Raya, Kelurahan Tenayan Industri, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau, Senin (4/12)..

    Pelaksanaan letak sita tersebut disaksikan langsung oleh Tim Pengacara penggugat yakni DR Suhendro SH,  M.Hum dan pengacara tergugat yakni Bagan Jaya Sinaga SH. Turut menyaksaksikan pihak Kecamatan Tenayan Raya, pihak Kelurahan Tenayan Industri, pihak Polsek Tenayan Raya serta tokoh masyarakat.

    Menurut Hendri, pelaksanaan letak sita ini,  berdasarkan keputusan PN Pekanbaru atas  permohonan tertanggal 15 November 2017 No.58/SH.AD/XI/2017 perihal pelaksanaan sita eksekusi yang diajukan oleh DR Suhendro SH MHum, Chandra Halim SH MH, Cutra Andika SH MH selaku para advokat pada Kantor Pengacara Suhendri & Rekan yang beralamat di Kompleks Riau Bisnis Blok B 31, Jalan Riau, Pekanbaru, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 07 September 2017. Yakni bertindak untuk dan atas nama Darmawi yang beralamat di Jalan Pembina 2 No. 57 Blok A RT 001 RW 008 Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir yang semula disebut sebagai penggugat 1. Berikutnya, Abdul Goffar alias A Gaffar Mas bertempat tinggal di Pembina 2 No. 57 Blok A RT 002 RW 007 Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir  selanjutnya disebut sebagai penggugat 2.

    Kedua penggugat, kata  Hendri, adalah pemohon eksekusi terhadap objek perkara yakni berupa sebidang tanah lebih kurang seluas 56 ha yang terletak di Suak Lelo pada Sub Proyek Pedesaan Perkebunan Tenayan Raya RT 004 RW 014 Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya yang setelah pemekaran dinamakan Kelurahan Tenayan Industri.

    Dijelaskan, perkara ini bermula dari ikatan perjanjian tertanggal 02 Desember 2008 antara Edy Suryanto sebagai tergugat dengan Darmawi sebagai penggugat 1 dan Abdul Goffar alias A Gaffar Mas selaku penggugat 2. Dan surat keterangan pernyataan yang ditandatangani oleh A Gaffar Mas sebagai penggugat 2 dan Darmawi sebagai penggugat 1 serta Edy Suryanto sebagai tergugat tertanggal 30 April 2009 dalam keadaan kosong, bebas dari pengusaan pihak lain dan tanpa beban apapun.

    Pertama, Milik penggugat 1 seluas 78 ha dengan batas-batas sebelah utara berbatasan dengan tanah Tanwzir alias Ayang 280 meter, sebelah selatan berbatasan dengan tanah A Gaffar Mas 280 meter, sebelah timur berbatasan dengan tanah PT Bintan 1.000 meter dan sebelah barat berbatasan dengan tanah Kamaluddin atau Robert Sanuri atau Pemko Pekanbaru 1.000 meter.

    Kedua, Milik penggugat 2 seluas 78 ha dengan batas-batas sebelah utara berbatasan dengan tanah Darmawi 280 meter, sebelah selatan berbatasan dengan tanah Syamsir Abdul Gaffar Mas, Wahyudi, Chandra Halim 280 meter, sebelah timur berbatasan dengan PT Bintan 1.000 meter, sebelah barat berbatasan dengan tanah Iman Tohir atau Robert Sanuri, Pemko Pekanbaru 1.000 meter.

    Membaca pula penetapan Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru No.81/pen.pdt/sita.Eks-pts/2017/PN.PBR Jo.No.162/pdt.G/2014/PN.PBR Jo.No.177/pdt/2015/PT.PBR Jo.No.1928 K/pdt/2016 tertanggal 06 November 2017 perihal pelaksanaan teguran terhadap Edy Suryanto bertempat tinggal di Jalan Riau No.128 JK Pekanbaru sebagai tergugat yang selanjutnya disebut sebagai termohon eksekusi.

    Berita acara almanning 14 November 2017 pemohon eksekusi hadir kuasa hukumnya Cutra Andika SH dan termohon eksekusinya hadir kuasa hukumnya Bangun PH Pasaribu SH. Selanjutnya Ketua PN Pekanbaru memberikan teguran terhadap pihak termohon agar dalam waktu delapan hari melaksanakan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut.  Namun, apabila ada musyawarah atau kesepakatan perdamaian lebih baik daripada eksekusi, maka silahkan pemohon dan termohon berunding dahulu jika ada hasil harap disampaikan ke pengadilan.

    Menimbang bahwa termohon eksekusi sampai saat ini tidak menunjukkan itikad baiknya untuk melaksanakan putusan PN Pekanbaru, No.162/pdt.G/2014/PN.PBR tanggal 20 Mei 2015 Jo.No.177/pdt/2015/PT.PBR tanggal 3 Februari 2016 Jo.Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI No.1928K/pdt.2016 tanggal 14 Desember 2016 yang telah berkekuatan hukum tetap, secara sukarela maka untuk kepastian hukum pelaksanaan eksekusi perlu kiranya terlebih dahulu sita eksekusi terhadap objek perkara sebagaimana dimohonkan oleh kuasa pemohon eksekusi melalui suratnya tanggal 15 November 2015 No.58/esa.advokat/XI/2017.

    "Menimbang bahwa setelah kami meneliti dan mempelajari  dengan cara seksama permohohan kuasa pemohon eksekusi didukung bukti-bukti yang kuat serta cukup beralasan berdasarkan hukum, sehingga permohonan eksekusi pemohon eksekusi dapat diterima," sebut Tim Juru Sita PN Pekanbaru ini.

    Memperhatikan pasal 208 RBG serta ketentuan-ketentuan pendukung lain yang berkepentingan dengan perkara ini, papar Hendri lagi, menetapkan, mengabulkan permohonan kuasa pemohon eksekusi tersebut di atas dan memerintahkan kepada panitera PN Pekanbaru atau jika berhalangan digantikan oleh wakilnya pasal 209 RBG yang sah disertai 2 orang saksi yang termuat dalam pasal 210 RBG untuk melakukan penyitaan eksekusi terhadap objek sengketa yaitu sebidang tanah seluas 56 ha yang terletak  di Suak Lelo pada Sub Proyek Pedesaan Perkebunan Tenayan Raya RT 004 RW 014 Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya yang setelah pemekaran dinamakan Kelurahan Tenayan Industri, yang menjadi objek perjanjian dan peningkatan tertanggal 2 Desember 2008 antara Edi Suryanto (tergugat) sebagai pihak pertama dengan Darmawi (penggugat I) dan A Gaffar Mas (Penggugat 2) serta surat keterangan pernyataan yang ditandatangani oleh A Gaffar Mas (Penggugat 2) dan Darmawi (Penggugat 1) serta Edi Suryanto (tergugat) sebagai pihak kedua tertanggal 30 April 2009 dalam keadaan baik dan kosong, bebas dari penguasaan pihak lain serta tanpa beban apapun.

    1: Milik penggugat 1 seluas 78 ha dengan batas-batas sebelah utara berbatasan dengan tanah Tanwzir alias Ayang 280 meter, sebelah selatan berbatasan dengan tanah A Gaffar Mas 280 meter, sebelah timur berbatasan dengan tanah PT Bintan 1.000 meter dan sebelah barat berbatasan dengan tanah Kamaluddin atau Robert Sanuri atau Pemko Pekanbaru 1.000 meter.

    2: Milik penggugat 2 seluas 78 ha dengan batas-batas sebelah utara berbatasan dengan tanah Darmawi 280 meter, sebelah selatan berbatasan dengan tanah Syamsir Abdul Gaffar Mas, Wahyudi, Chandra Halim 280 meter, sebelah timur berbatasan dengan PT Bintan 1.000 meter, sebelah barat berbatasan dengan tanah Iman Tohir atau Robert Sanuri, Pemko Pekanbaru 1.000 meter.

    "Demikianlah pada hari ini kita telah laksanakan letak sita. Dimana pada letak sita ini kami minta kepada pihak termohon, apapun yang kami letak sita ini pada intinya ini termohon yang menanam sawit, silahkan seperti  biasa. Kami hanya menyita saja, meletakkan sita, silahkan termohon untuk memanen dan kami tidak menghalangi untuk itu. Itu yang bisa kami sampaikan,'' terang Hendri.

    Sementara Kuasa Hukum Pemohon, DR Suhendro SH MHum mengatakan, sita ini akhirnya ingin melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Dalam putusan itu, tanah ini harus kembali diserahkan kepada pemiliknya yaitu Darmawi dan A Gaffar Mas.


    "Alhamdulilllah,  klien saya merasakan keadilan. Sita ini merupakan langkah awal untuk melakukan eksekusi setelah semua prosedur dilaksanakan,'' terang Suhendro.

    Awal mula perkara ini muncul, beber Suhendro, kliennya menjual tanahnya ke tergugat yakni Edi Suryanto. Mereka membuat perjanjian jual beli. Tapi tergugat tidak membayar sesuai tahapan-tahapan yang sudah diperjanjikan. Kemudian dinilai juga perjanjian jual beli itu tidak disaksikan oleh kepala desa.

    "Jadi dasar gugatan kami pada waktu itu adalah wanprastasi, dimana tergugat tidak melaksanakan kewajibannya dalam perjanjian jual beli yang mereka buat. Jadi kalau secara hukum kalau terbukti wanprastasi, maka perjanjian itu dapat dibatalkan. Disini terbukti bahwa Mahkamah Agung sudah memutuskan demikian. Dan sebenarnya di Pengadilan Tinggi juga sudah dibatalkan perjanjian itu," terang Suhendro.

    Terkait adanya keberatan dari pihak tergugat yang disampaikan kuasa hukum tergugat, Suhendro mengatakan, ketika perkara ini bergulir di Pengadilan Negeri, pihak tergugat tidak mengajukan tuntutan balik untuk pengembalian uang yang sudah mereka bayar.

    "Dia sudah membayar sekian, dia tidak menggugat itu. Yang dia gugat supaya jual beli itu dinyatakan sah. Termasuk SKGR-SKGR itu dinyatakan sah. Ini sudah ditolak oleh Pengadilan Negeri dan ini dikuatkan oleh Mahkamah Agung," ujar Suhendro seraya menyebutkan, pelaksanaan eksekusi sesuai dengan peraturan dan hukum acara yang berlaku mungkin nanti akan diadakan pengumuman.

    "Dalam waktu yang sudah ditentukan dalam undang-undang, pengadilan akan menerbitkan penetapan eksekusi. Dan mengenai waktunya kita minta secepatnya. Yang patut itu kurang lebih dalam waktu 14 hari setelah diumumkan itu harus dieksekusi. Itu harapan saya supaya segera dieksekusi. Setelah dieksekusi seluruh tanaman yang ada di lahan itu wajib dikosongkan. Eksekusi itu termasuk pengosongan lokasi. Karena putusan pengadilan itu memerintahkan tergugat untuk menyerahkan lahan ini dalam keadaan kosong kepada penggugat. Nanti yang mengosongkan lahan itu adalah Pengadilan Negeri Pekanbaru melalui juru sita," katanya. (NS)




     
    Berita Lainnya :
  • Disaksikan Lawyer Suhendro dan Chandra PN Pekanbaru Sita Lahan 54 Hektare
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Bulan Puasa Semua Aktivitas ASN Berjalan Lancar
    2 Dikukuhkan Tak Lama Lagi
    Pengurus ‘Satupena’ Diumumkan, Banyak Tokoh Ternama
    3 Kampar Siap Dukung Bupati Siak Membangun Riau Lebih Maju
    4 Menguak Motif di Balik Tewasnya Pegawai BNN di Bogor
    5 PT RAPP Gelar Buka Bersama Para Stakeholder.
    PT RAPP Harus Memberi Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
    6 Polantas Berikan E-Tilang
    Puluhan Kendaraan Terjaring Razia
    7 Mengapa Muslim Rohingya Dibantai Militer Myanmar? Ini Akar Persoalannya.
    8 Sepuluh Sastrawan ‘Napak Tilas’ Melayu Champa Sepekan di Vietnam
    9 Sosok Rektor UIR periode 2017-2021
    Prof. Syafrinaldi, Pribadi Bersahaja yang Mengukir Banyak Prestasi
    10 In Memorium Wartawan Senior, H. Mulyadi:
    Dia Pergi dengan Semangat Jurnalistik Tak Pernah Padam
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Opinion | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2017 www.tirastimes.com | LUGAS, TUNTAS..TAS..TAS, All Rights Reserved